Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 27 Juni 2017 | 12:19 WIB

Bos BI Akui Tahan Suku Bunga karena Trump Effect

Oleh : Uji sukma medianti | Jumat, 18 November 2016 | 04:09 WIB
Bos BI Akui Tahan Suku Bunga karena Trump Effect
Gubernur bank Indonesia, Agus Martowardojo - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Bank Indonesia (BI) memilih hati-hati dalam merespons ketidakpastian di pasar keuangan global pasca pilpres AS. Itulah yang memicu keputusan BI menahan BI-7 Day Reverse Repo Rate (7DRR) 4,75%.

Gubernur bank Indonesia, Agus Martowardojo mengatakan, di tengah stabilitas makro ekonomi dalam negeri yang tetap terjaga, sebagaimana tercermin pada inflasi yang rendah dan defisit transaksi berjalan yang terkendali.

"Bank Indonesia akan tetap melakukan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar sesuai fundamentalnya dengan tetap menjaga bekerjanya mekanisme pasar," kata Agus di Gedung BI, Jakarta Pusat, Kamis (17/11/2016).

Bank Indonesia juga memandang pelonggaran kebijakan moneter dan makroprudensial yang telah dilakukan sebelumnya. Dalam hal ini, BI akan terus memperkuat koordinasi kebijakan bersama pemerintah untuk menjaga kecukupan likuiditas, memperkuat stimulus pertumbuhan dan memastikan pelaksaan reformasi struktural berjalan dengan baik.

"Pemulihan ekonomi global diperkirakan masih berlangsung lambat, namun harga komoditas mulai membaik. Di tengah ketidakpastian perekonomian global yang meningkat pasca Pemilu AS,"ujarnya.

Agus menilai, perekonomian AS pasca pemilu membaik. Itu tercermin dari Produk Domestik Bruto (PDB) yang membaik,tingkat pengangguran yang stabik dan inflasi yang cenderung meningkat. [ipe]

 
x