Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 25 Mei 2017 | 02:33 WIB

BI Tahan Suku Bunga, Bos Bappenas Beri Peringatan

Oleh : - | Jumat, 16 Desember 2016 | 15:48 WIB
BI Tahan Suku Bunga, Bos Bappenas Beri Peringatan
Menteri PPN/kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dan Gubernur BI Agus Martowardojo
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengingatkan Bank Indonesia untuk memantau kebijakan bank sentral Amerika Serikat (The Fed).

Sekedar mengingatkan the Fed telah mengerek suku bunga acuan menjadi 0,5-0,75%. Setelah setahun bertahan di rentang 0,25-0,5%. Tahun depan, the Fed diprediksi kembali menaikkan sukun bunga hingga tiga kali.

"Tentunya BI harus mencermati move yang akan dilakukan The Fed karena kalau The Fed menaikkan (suku bunga), kita harus menghitung benar apakah pelonggaran moneter akan bisa menjaga kestabilan rupiah," ujar Bambang di Jakarta, Jumat.

Menurut mantan menteri keuangan yang tergusur Sri Mulyani Indrawati ini, hal terpenting yang harus dilakukan BI, bukanlah menurunkan suku bunga acuan di tanah air serendah mungkin. Namun menjaga kestabilan moneter, terutama nilai tukar rupiah, serta menciptakan stimulus agar dunia usaha bergerak cepat.

Meskipun nilai tukar rupiah semakin melemah pasca pengumuman kenaikan suku bunga acuan AS, Bambang mengaku tidak pesimistis bahwa pelemahan rupiah akan terus berlanjut mengingat upaya pemerintah yang terus menjaga fundamental ekonomi Tanah Air.

"Saya pikir yang paling penting menjaga fundamental makro sehingga kalaupun ada kebijakan dari The Fed yang bisa mengakibatkan pressure bagi rupiah, kita punya kekuatan untuk menghadapi pressure tersebut," tuturnya.

Tekanan akibat kenaikan suku bunga acuan AS, kata Bambang, akan terus terjadi dan paling berdampak bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia.

Sebelumnya, Bank Indonesia memutuskan menahan suku bunga acuan "7-Day Reverse Repo Rate" sebesar 4,75 persen mengingat ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi dan ancaman terhadap laju inflasi dari kelompok harga barang yang diatur pemerintah.

BI hingga saat ini masih memperkirakan kenaikan suku bunga The Fed sebanyak dua kali pada 2017. [tar]

 
x