Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 20 Oktober 2017 | 15:51 WIB

Harga BBM NonSubsidi Boleh Naik, Sembako Tak Boleh

Oleh : - | Senin, 9 Januari 2017 | 10:09 WIB
Harga BBM NonSubsidi Boleh Naik, Sembako Tak Boleh
Direktur Puskepi, Sofyano Zakaria - (Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Puskepi, Sofyano Zakaria menyatakan, kenaikan harga BBM non subsidi seharusnya tidak memengaruhi kenaikan harga sembilan bahan pokok (sembako).

"Karena, harga BBM solar biasa digunakan mengangkut bahan pokok tidak naik. Sehingga, tidak ada alasan untuk menaikkan harga kebutuhan pokok tersebut," kata Sofyano di Jakarta, Minggu (8/1/2017).

Sofyani menjelaskan, pemerintah harus menekan agar kenaikan harga BBM non subsidi tersebut tidak berdampak pada harga kebutuhan pokok.

Saat ini, harga BBM jenis premium masih tetap Rp6.450 per liter (non jamali), dan Rp6.550 per liter (Jawa, Madura dan Bali/Jamali). Sedangkan harga solar bersubsidi Rp5.150 per liter.

Harga BBM yang naik hanyalah untuk jenis BBM non subsidi (keekonomian) yang dijual oleh Pertamina, Shell, Total, dan AKR, karena harga BBM tersebut memang mengikuti harga pasar.

Kenaikan harga BBM non subsidi, seperti pertamax, turbo, pertalite, dex, dexlite yang dijual Pertamina atau badan usaha lain, disebabkan naiknya harga minyak dunia sejak bulan lalu, katanya.

"Rata-rata harga minyak mentah bulan lalu masih 44 hingga 47 dolar AS per barel. Saat ini, naik menjadi 52 hingga 55 dolar AS per barel. Tentunya tidak diikuti kenaikan pada harga pokok," katanya.

Kenaikan harga jual BBM keekonomian (non subsidi) juga terjadi di seluruh dunia, kecuali pada negara negara yang memang masih mensubsidi BBM-nya termasuk di Indonesia. "Disamping naiknya harga minyak dunia, harga BBM non subsidi, juga terpengaruh dengan kurs dolar AS," pungkas Sofyano. [tar]

Komentar

 
x