Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 21 Januari 2017 | 07:12 WIB
Hide Ads

Palu Arit Diduga Ada di Rupiah, Ini Reaksi Menkeu

Oleh : M Fadil Djailani | Kamis, 12 Januari 2017 | 14:05 WIB
Palu Arit Diduga Ada di Rupiah, Ini Reaksi Menkeu
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati ternyata tak mau berkomentar banyak terkait laporan Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab terkait laporannya Kepolisian Republik Indonesia yang mengatakan ada logo palu arit dalam mata uang rupiah.

Menkeu Sri pun bilang akan terus bekoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) terkait laporan Habib Rizieq tersebut. "Nanti kita bakal koordinasikan saja dengan BI," kata Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut di Kementerian Pertahanan Jakarta, Kamis (12/01/2017).

Sebelumnya Gubernur Bank Indonesia, Agus D.W. Martowardojo, menegaskan kembali bahwa uang Rupiah tidak memuat simbol terlarang palu dan arit.

Hal tersebut disampaikan menanggapi informasi dan penafsiran yang berkembang di media, yang menyatakan bahwa uang Rupiah memuat simbol terlarang palu dan arit.

Menurut Agus, gambar yang dipersepsikan oleh sebagian pihak sebagai simbol palu dan arit merupakan logo Bank Indonesia yang dipotong secara diagonal, sehingga membentuk ornamen yang tidak beraturan.

"Gambar tersebut merupakan gambar saling isi (rectoverso), yang merupakan bagian dari unsur pengaman uang Rupiah. Unsur pengaman dalam uang Rupiah bertujuan agar masyarakat mudah mengenali ciri-ciri keaslian uang, sekaligus menghindari pemalsuan," kata Agus.

Lebih lanjut mantan Menteri Keuangan era SBY ini, menjelaskan gambar rectoverso dicetak dengan teknik khusus sehingga terpecah menjadi dua bagian di sisi depan dan belakang lembar uang, dan hanya dapat dilihat utuh bila diterawang.

Rectoverso umum digunakan sebagai salah satu unsur pengaman berbagai mata uang dunia, mengingat rectoverso sulit dibuat dan memerlukan alat cetak khusus. Di Indonesia, rectoverso telah digunakan sebagai unsur pengaman Rupiah sejak tahun 1990-an. Sementara logo BI telah digunakan sebagai rectoverso uang Rupiah sejak tahun 2000.

Gubernur Bank Indonesia menegaskan pula bahwa Rupiah merupakan salah satu lambang kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dalam hal ini, uang Rupiah ditandatangani bersama oleh Gubernur Bank Indonesia dan Menteri Keuangan Republik Indonesia. Untuk itu, Bank Indonesia mengingatkan kembali kepada masyarakat agar senantiasa menghormati dan memperlakukan uang Rupiah dengan baik. [hid]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

x