Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 23 Februari 2017 | 05:05 WIB
Hide Ads

Soal Nama Pulau, Dua Menteri Jokowi Tidak Kompak

Oleh : M fadil djailani | Kamis, 12 Januari 2017 | 15:46 WIB
Soal Nama Pulau, Dua Menteri Jokowi Tidak Kompak
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan pernah bilang, investor boleh memberi nama pulau. Asalkan, serius membangun bisnis di pulau tersebut.

Pernyataan Menko Luhut ini menanggapi adanya ketertarikan investor Jepang untuk membangun tempat peristirahatan bagi lansia di sebuah pulau di Indonesia.

Saat ini, Indonesia memiliki sedikitnya 4.000 pulau tak bernama, yang potensial untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata.

Namun, gagasan Menko Luhut ini disentil Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo. Politisi PDIP ini mengingatkan, nama pulau di Indonesia tidak boleh berbau asing. "Yang penting namanya jangan nama asing, namanya pakai bahasa Indonesia yang baik, nama daerah atau nama tokoh-tokoh daerah," kata Tjahjo di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Kamis (12/01/2017).

Tjahjo mengaku telah meminta seluruh kepala daerah untuk segera mengidentifikasi pulau-pulau di wilayahnya. Untuk yang belum memiliki nama, sebaiknya segera dinamai saja. "Tapi pada praktiknya sampai hari ini baru lebih dari 40 persen pulau yang sudah diberi nama," katanya.

"Minimal di pulau itu nanti dipasang Mercusuar, ada tonggaknya sehingga jelas batas wilayah Indonesia. Karena sekarang ini, banyak pulau belum punya nama tapi disewa asing, seperti di NTT dan beberapa daerah untuk pariwisata. Jadi segera dicek lagi kontraknya berapa tahun, ada nilai lebih tidak buat daerah," pungkas Tjahjo. [ipe]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

x