Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 27 Juni 2017 | 12:15 WIB

Produksi Garam Jeblok, Alasan KKP Dianggap Lebai

Oleh : - | Kamis, 12 Januari 2017 | 17:12 WIB
Produksi Garam Jeblok, Alasan KKP Dianggap Lebai
(Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Indonesia memang surganya produk impor. Untuk garam saja, harus impor padahal Indonesia kaya akan laut, sumbernya garam. Produksi garam nasional di 2016 hanya 4% dari target 3juta ton.

Pengamat kebijakan sektor kelautan dan perikanan, Abdul Halim bilang, faktor cuaca yang dijadikan alasan Kementerian Kelautan dan Perikanan, sangatlah tidak tepat. Minimnya produksi garam nasional, bisa jadi lantaran tertinggalnya teknologi yang dikembangkan KKP.

Halim bilang, cuaca ekstrim memang betul bisa memengaruhi produksi garam. Namun, hal itu bisa diatasi dengan penerapan teknologi yang mumpuni. "Sayangnya intervensi teknologi yang sangat minim," papar Halim di Jakarta, Kamis (12/1/2017).

Dia mengakui, salah satunya adalah cuaca ekstrim karena musim hujan yang lebih panjang pada tahun tersebut dibandingkan periode sebelumnya. "Program pendampingan petambak garam berjalan setengah hati dan terkadang tidak tepat sasaran. Itu juga masalah," papar Direktur Eksekutif Center of Maritime Studies for Humanities ini.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Brahmantya Satyamurti Poerwadi mengungkapkan, produksi garam nasional di 2016 hanya mencapai 4% dari target 3 juta ton. Atau setara dengan 144 ribu ton.

Minimnya produksi gram ini, kata Bramantya, dipantik ketidakpastian cuaca, yakni anomali La Nina yang berdampak kepada kemarau basah yang panjang.

Masih kata Brahmantya, curah hujan rata-rata lebih besar dari 150 milimeter/bulan, bahkan di beberapa tempat ada yang mencapai 300 milimeter/bulan.

Padahal, sinar matahari dan iklim panas sangat diperlukan dalam proses produksi garam. "Garam sekarang 'puso' karena benar-benar kondisi alam. Koordinasi dengan pihak industri telah dilakukan. Intinya target swasembada garam harus ada dan harus ekstensifikasi lahan," kata Bramantya. [tar]

 
x