Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 17 Oktober 2017 | 15:07 WIB

Harga Cabai Masih Mahal

Mendag: PPI Baru Ditugaskan Berapa Hari

Oleh : Uji Sukma Medianty | Kamis, 12 Januari 2017 | 17:46 WIB
Mendag: PPI Baru Ditugaskan Berapa Hari
Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Harga rata- rata cabai rawit merah di Pasar Jakarta, Kamis (12/1/2017), senilai Rp 117.000/kg. Meski turun sebesar Rp3000/kg dari hari sebelumnya, namun harga ini dinilai masih tinggi jika dibandingkan dengan harga normalnya.

Untuk meredam gejolak harga rawit merah ini, Kementerian Perdagangan telah menugaskan perusahaan plat merah, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), untuk menyerap produksi petani cabai yang bermitra dengan Kementerian Pertanian.

Nantinya, PPI bakal menyerap cabai langsung dari sentra produksi untuk didistribusikan ke wilayah-wilayah yang mengalami kenaikan harga. Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, menyebut, PPI sudah bagus dalam melaksanakan tugas.

"Bagus. PPI melakukan tugasnya,"kata Enggar di Kementerian Perdagangan, Rabu (12/1/2017).

Kendati harga belum juga turun, Mendag Enggar menilai, perlu waktu bagi PPI untuk mengintervensi harga pasar yang semakin melonjak. "Kan kita baru menyuruh mereka untuk kirim, ini baru beberapa hari kan, belum juga sebulan,"tutur dia.

Tanpa menyebut berapa jumlah angkanya, Enggar yakin sudah berton-ton jumlah cabai yang diserap oleh PPI dari sentra produksi cabai. "Sudah berton-ton. Bagus kok PPI. Itu apalagi tuh Pak Dirjen Holtikultura, dia manggul cabai yang datang berton-ton,"ujar dia.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Hortikultura, Kementerian Pertanian, Spudnik, menyebut, PPI hanya bisa menyerap 70 persen produksi sebab infrastruktur yang belum memadai. Contohnya, saat ditawarkan untuk menyerap 10 ton cabai per hari, PPI baru mau menerima 7 ton per hari.

Padahal, dalam kerja sama itu, pihaknya telah melibatkan champion yang merupakan petani yang bermitra dengan Ditjen Hortikultura.

"Sistem dengan mitra setia yang mau bantu dibangun karena saya nggak punya lahan,"jelas dia.

Dia berharap BUMN yang ditunjuk, baik PPI maupun Bulog bisa menyerap produksi cabai dan bawang merah dari petani di sentra produksi. [hid]

Komentar

 
x