Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 29 April 2017 | 22:26 WIB

Majukan Ekonomi Daerah, Ini Saran Menteri Bambang

Oleh : - | Senin, 16 Januari 2017 | 05:00 WIB
Majukan Ekonomi Daerah, Ini Saran Menteri Bambang
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappenas), Bambang PS Brodjonegoro - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Badan Perencanaan Pembangunan Nasional(Bappenas) mewanti-wanti daerah untuk memperhatikan tiga sektor usaha ini. Kalau ingin terjadi pertumbuhan ekonomi yang signifikan.

Ketiga sektor industri yang dimaksud itu, kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappenas), Bambang PS Brodjonegoro adalah, sektor pertanian, industri pengolahan, dan perdagangan.

Kata Bambang, ketiga sektor usaha ini harus menjadi primadona bagi pemerintah daerah. Selama ini, kontribusi ketiganya cukup tinggi bagi perekonomian nasional serta penyerapan tenaga kerja.

"Jadi jika berbicara bagaimana strategi pengembangan sektoral di daerah, yang tiga ini harus dipegang dulu. Ketiganya berkontribusi terhadap PDB terbesar dan menciptakan lapangan kerja terbesar, mau tidak mau mereka harus menjadi prioritas," ujar Bambang di Jakarta, Minggu (15/1/2017).

Mantan menteri keuangan ini bilang, setelah mengembangkan ketiga sektor tersebut, baru setelah itu sektor-sektor lain yang menjadi prioritas daerah masing-masing dapat dikembangkan, kecuali bagi daerah yang memang tidak punya lahan pertanian ataupun industrinya belum berkembang.

Sementara dari sisi kewilayahan, lanjut mantan wakil menkeu di era SBY ini menuturkan, pertumbuhan daerah banyak bergantung kepada sumber daya alam. Hanya saja, saat ini banyak mengalami perlambatan pertumbuhan. Semisal, Sumatera dan Kalimantan yang dikenal sebagai penghasil kelapa sawit dan batubara.

Sementara untuk Sulawesi dan Nusa Tenggara, pertumbuhan ekonominya bisa tinggi, meski sempat ada perlambatan di triwulan kedua-2016. Sementara di Jawa, pertumbuhannya relatif stabil. Untuk Maluku dan Papua, pertumbuhan ekonominya relatif fluktuatif, karena memang sangat tergantung terhadap iklim ekspor hasil tambang.

"Sulawesi harus menjaga pertumbuhannya tetap tinggi, karena potensinya sudah kelihatan, salah satunya pertanian, perkebunan dan perikanan. Nusa Tenggara di sektor jasa dan pariwisata, Jawa di manufaktur, jasa dan perdagangan. Sumatera dan Kalimantan memang sedang tahap dari jatuhnya harga komoditi khususnya batubara dan CPO," ujar Bambang.

Bambang menambahkan, secara umum stabilitas ekonomi juga terjaga baik. Tahun ini dan tahun depan kemungkinan inflasi bisa di bawah empat persen lagi, namun akan menjadi tugas berat menjaganya.

Kata Bambang, menjaga inflasi merupakan upaya semua pihak, baik di pusat maupun di daerah. Untuk di daerah, pemerintah harus bisa memetakan daerah mana saja yang menciptakan inflasi paling tinggi, agar segera mendapatkan penanganan khusus.

"Jadi jangan perlakukan setiap daerah itu sama saja. Misalnya di satu provinsi, harus dilihat kabupaten/kota mana yang paling berpotensi ciptakan inflasi paling tinggi, apa penyebabnya dan kalau perlu dilakukan upaya lebih untuk menekan inflasi di daerah tesebut sehingga perlakuan terhadap daerah tersebut harus beda," ujar Bambang.[tar]

x