Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 23 Februari 2017 | 05:02 WIB
Hide Ads

Chatib Bertaruh, BI Tak Akan Turunkan Suku Bunga

Oleh : - | Rabu, 25 Januari 2017 | 10:11 WIB
Chatib Bertaruh, BI Tak Akan Turunkan Suku Bunga
Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri meyakini, Bank Indonesia (BI) tak akan menurunkan suku bunga acuannya di 2017. Bisa jadi naik sebagai antisipasi penurunan FFR sebanyak tiga kali.

"Kalau BI, saya kira tidak punya ruang untuk menurunkan bunga. Dan The Fed terus menaikkan, tidak mengejutkan bila BI menaikkan bunga 25 hingga 50 basis poin, artinya cost of funds investasi menjadi mahal," kata Chatib dalam diskusi di Graha CIMB Niaga, Jakarta, Selasa (24/1/2017).

Menurut mantan menteri keuangan era SBY ini, bank sentral AS atau The Fed, kemungkinan bakal mengerek suku bunga (Fed Fund Rate/FFR), karena the 10-year US Treasury bond yield meningkat 80 basis poin (1,6% menjadi 2,4%) semenjak Donald John Trump terpilih menjadi Presiden AS. "Kalau The Fed tidak mau tertinggal, The Fed harus menaikkan suku bunganya 75 s.d. 100 basis poin, artinya tiga kali 25 (bps) atau empat kali 25 (bps)," ujar Chatib.

Kemungkinan peningkatannya terjadi tiga kali 25 basis poin mengingat sebelumnya, pada bulan Desember 2016, The Fed telah menaikkan suku bunganya sebesar 25 basis poin.

Penaikan FFR tersebut, kata Chatib, untuk mendukung kebijakan stimulus fiskal Trump, yaitu penerapan pemangkasan pajak dan peningkatan pengeluaran pemerintah untuk kebutuhan peningkatan infrastruktur.

Seperti dikutip dari laporan Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Trump berencana memangkas pajak pribadi dari tujuh golongan dengan tarif antara 10 dan 40 persen menjadi tiga golongan dengan tarif 12 hingga 33 persen.

Sementara itu, pemotongan pajak korporasi dari 35 persen menjadi 15 persen untuk mendorong masuknya laba ditahan perusahaan AS yang selama ini disimpan di negara lain untuk menghindari pajak.

Kebijakan Trump tersebut juga bertujuan meningkatkan investasi sehingga dapat mendorong penciptaan lapangan kerja yang lebih besar.[tar]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

x