Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 27 Juni 2017 | 15:39 WIB

Menperin Airlangga: Real Economy for Real People

Oleh : M fadil djailani | Kamis, 26 Januari 2017 | 16:58 WIB
Menperin Airlangga: Real Economy for Real People
Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto mengatakan, Indonesia memiliki banyak cabang industri yang juara di pasar domestik maupun internasional.

Dia bilang, kondisi industri nasional, saat ini begitu menjanjikan. Apalagi, tren ekonomi di Indonesia cukup unggul dibanding negara lain.

Di mana, pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5%, sudah di atas rata-rata negara di dunia. Tahun lalu, perekonomian Indonesia nomor tiga di dunia setelah India dan cina (Tiongkok).

"Real economy for real people. Kita bicara soal sektor yang didorong pemerintah untuk pembangunan inklusif. Pembangunan sudah dilakukan dengan norma baru, yaitu slow growth, di mana pertumbuhan ekonomi Indonesia di 5 persen itu pertumbuhan dan itu adalah salah 1 dari 3 negara yang pertumbuhannya relatif masih tinggi," kata Airlangga dalam acara CIMB Niaga Economic Forum di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (26/01/2017).

Politisi Golkar ini bilang, kontribusi industri nasional terhadap pertumbuhan ekonomi mencapai 30%. Yang terbagi atas beberapa sektor industri, yakni manufaktur dan jasa.

"Di industri, konsensus yang kemarin di Davos mengatakan yang disebut industri itu adalah sampai pada customer. Jadi kalau industri dan services terkait industri, kalau Indonesia ini 18 persen manufaktur, 12 persen service related industry. Jadi 30 persen kontribusi industri ke perekonomian nasional," kata Airlangga.

Menperin Airlangga bercita-cita ingin menaikan kontribusi industri dalam negeri, segingga juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi lagi.

"Nah Indonesia ini potensi untuk menaikkan industrinya dari 17 persen ke 20 persen itu memungkinkan, kalau kita efisien dalam mengatur dari hulu hingga hilir. Yang disebut faktor produksi di sini adalah raw material, human resources, teknologi, kemudian sepanjang value chain, dan yang terakhir selain consumer juga sustainability. Jadi sampai ke ujung. Benar-benar end to end," papar Airlangga. [ipe]

 
x