Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 29 April 2017 | 22:24 WIB

Ada Maunya, ADB Sanjung Ekonomi Indonesia

Oleh : - | Rabu, 1 Februari 2017 | 15:59 WIB
Ada Maunya, ADB Sanjung Ekonomi Indonesia
(Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank/ADB) memerkirakan, perekonomian Indonesia pada 2017, tumbuh 5,1%. Atau naik dibanding 2016 sebesar 5%.

Presiden ADB Takehito Nakao dalam konferensi pers bersama Menkeu Sri Mulyani Indrawati di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (1/2/2017), menyebutkan bahwa peningkatan pertumbuhan ekonomi di 2017, seiring dengan terus meningkatnya investasi swasta dan masih kuatnya tingkat konsumsi di Indonesia.

ADB juga memuji langkah pemerintah Indonesia yang menelorkan kebijakan ekonomi guna mendorong laju investasi. Di tengah ketidakpastian keuangan global, langkah tersebut cukup mujarab. "Saya terkesan dengan komitmen kuat pemerintah terhadap reformasi kebijakan yang membuat bertambahnya kepercayaan pasar dan lebih banyak rakyat Indonesia memperoleh dari manfaat dari peningkatan ekonomi," kata Nakao.

Sekedar mengingatkan saja, sejak September 2015, Presiden Jokowi telah mengeluarkan 14 paket kebijakan ekonomi. Di mana, paket kebijakan tersebut bermuatan debirokatisasi dan debirokrasi. Bertujuan untuk menarik minat investasi serta meningkatkan daya saing produk dalam negeri, serta mendiversifikasi perekonomian.

Masih soal 14 paket kebijakan ekonomi itu, kata Nakao, ADB mencatat adanya efektifitas. Terbukti, posisi Indonesia dalam rating kemudahan berusaha (Ease of doing Business/EODB) mengalami kenaikan.

Dari sisi investasi juga berdampak positif. Sampai akhir 2016, lebih dari 500 perusahaan telah memanfaatkan direvisinya daftar negatif investasi (DNI), dengan investasi yang direncanakan hingga US$12,9 miliar.

Menurut ADB, peraturan terkait penetapan upah minimum juga telah mempermudah dunia usaha memperkirakan biaya usahanya.

Namun dari sisi inflasi, kata Nakao, ADB memperkirakan akan naik menjadi 4%. Atau lebih tinggi dibanding 2016 yang besarnya 3,5%. [tar]

x