Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 22 Oktober 2017 | 18:55 WIB

71 Persen Dana Repatriasi Masih di Bank

Oleh : M Fadil Djailani | Sabtu, 4 Februari 2017 | 14:33 WIB
71 Persen Dana Repatriasi Masih di Bank
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman Hadad - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Muliaman Hadad mengatakan Rp 74,8 triliun atau 71 persen dana repatriasi dari program amnesti pajak atautax amnestymasih mengendap di perbankan. Sisanya sebesar 29 persen terpecah ke berbagai sektor.

Muliaman mengatakan dana repatriasi tersebut akan terus dipantau oleh pemerintah agar tetap berada di Indonesia selama 3 tahun lantaran Undang-Undang tax amnesty mensyaratkan hal itu.

"Sesuai dengan peraturan, repattriasi ini terus kita pantau karena 3 tahun harus mengendap di Indoensia, dan dengan gateway kami terus lakukan monitoring sehingga dengan demikian kita bisa yakini bahwa repatriasi itu masuk ke sektor-sektor yang produktif apakah di sektor keuangan atau nonkeuangan," papar Muliaman di Kementerian Keuangan, seperti ditulis Sabtu (04/02/2017).

Dengan masuknya dana repatriasi tersebut, menurut Muliaman, dana pihak ketiga (DPK) pada 2016 tumbuh sebesar 9,6 persen. DPK dalam rupiah tumbuh 11,63 persen dan DPK dalam valas tumbuh minus 0,33 persen.

Muliaman pun bilang hasil dari masuknya dana repatriasi tersebut membuat kindisi likuiditas Indonesia terus membaik, diharapkan setelah program tax amnesty selesai, liukiditas Indonesia tetap akan baik.

"Sekarangkan membaik saya melihat tidak ada tekanan jangka pendek dari likuiditas mudah-mudahan ini terus berlanjut. Tapi perbaikan likuiditas ini istilahnya mendukung kita meyakini bahwa pertumbuhan kredit sesuai perkiraan kita yang lebh baik dari sebelumnya," tandasnya. [lat]

Komentar

 
x