Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 24 November 2017 | 07:15 WIB

Inilah Andalan Ekspor Tahun 2017

Oleh : M Fadil Djailani | Senin, 6 Februari 2017 | 14:52 WIB
Inilah Andalan Ekspor Tahun 2017
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kinerja ekspor Indonesia pada kuartal 4 tahun 2016 tumbuh sekitar 4,24 persen, angka ini lebih baik ketimbang tahun 2015 di kuartal yang sama tumbuh minus hampir 6,38 persen. Anjloknya harga komoditas menjadi salah satu pemicunya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Kecuk Suhariyanto memperkirakaan kinerja ekspor Indonesia di tahun ayam api ini akan lebih cerah, mulai membaiknya harga komoditas menjadi salah satu alasannya.

"Jadi kuartal 4 year on year (yoy) (tumbuh) 4,24 persen pada tahun 2015 tumbuh minus. Ini ke depan sustain atau enggak? Tentu kita tidak akan prediksi namun tanda-tandanya selama kuartal 4 harga komoditas di pasar global baik migas dan nonmigas menunjukkan perbaikan. Arahanya kesana," ucap Kecuk saat ditemui di Kantor BPS Jakarta, Senin (06/02/2017).

Apalagi kata Kecuk 3 negara tujuan ekspor Indonesia yakni Tiongkok, Amerika Serikat (AS) dan Singapura juga telah menunjukan perbaikan ekonominya, yang tumbuh positif selama 2016.

"Tiongkok sedikit menguat dari 6,7 persen menjadi 6,8 persen, AS dengan Presiden barunya menguat dari 1,7 persen menjadi 1,9 persen, Singapura menguat 1,1 persen menjadi 1,8 persen," paparnya.

"Jadi kita berharap ekspor ke depan tumbuh bagus. Pada kuartal 4 (2016) ini sudah lumayan bagus mudahan ke depan oke," tambahnya.

Sementara itu terkait konsumsi rumah tangga, pada kuartal 4 tahun 2016 ini tumbuh 4,99 persen yoy, lebih tinggi dibanding tahun 2015 hanya 4,93 persen. Lantaran adanya peningkatan kelompok transportasi, kesehatan dan pendidikan serta makanan dan minuman.

Ada indiaksi penjualan mobil penumpang naik, penjualan barang konsumsi naik, padahal di kuartal 4 tahun 2015 mengalami kontraksi. Ke depan masih kuat ngga karena ada kenaikan administered prices? Sudah terlihat kemarin kenaikan STNK, listrik, bensin.

"Kuncinya adalah apakah kita mampu kendalikan inflasi. Kalau inflasi tinggi maka konsumsi rumah tangga akan melemah. Namun kalau inflasi terkendali maka konsusmi rumah tangga di tahun 2017 masih kuat. Pemerintah dan BI sudah buat langkah-langakah strategis untuk kendalikan inflasi," jelasnya. [hid]

Komentar

 
x