Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 21 September 2017 | 13:55 WIB

AP II Tambah Runway, Bandara Soeta Makin Sibuk

Oleh : Uji sukma medianti | Senin, 13 Februari 2017 | 13:20 WIB
AP II Tambah Runway, Bandara Soeta Makin Sibuk
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - PT Angkasa Pura II (Persero) mencanangkan peletakan batu pertama atau groundbreaking pembangunan runway ketiga Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soeta) pada April 2017.

Runway ketiga dengan dimensi 3000 x 60 m2 ini diproyeksikan dapat mulai beroperasi pada pertengahan tahun 2018 untuk mendukung peningkatan pergerakan pesawat mencapai 114 pergerakan per jam.

Penambahan runway ini juga merupakan salah satu langkah antisipasi untuk mengakomodir peningkatan jumlah penumpang yang pada tahun 2025 diperkirakan mencapai di atas 100 juta penumpang.

Saat ini, dua runway Bandara Soeta bisa dapat mengakomodir 72 pergerakan pesawat per jam. Selanjutnya akan ditingkatkan menjadi 86 pergerakan pesawat per jam.

Kalau runway ketiga sudah berfungsi maka Bandara Soeta akan menjadi bandara tersibuk di tanah air. Otomatis, jumlah rute dan penerbangan bertambah, sehingga dapat mengoptimalkan upaya mendorong pertumbuhan perekonomian dan pariwisata di Indonesia.


Presiden Direktur Angkasa Pura II, Muhammad Awaluddin mengatakan, pembangunan runway ketiga Bandara Soeta menelan dana sekurangnya Rp 2 triliun. Hal ini akan membuat Bandara Soekarno-Hatta semakin kompetitif. Saat ini, Bandara Soeta telah dinobatkan sebagai bandara paling terkoneksi di Asia Pasifik dan nomor 7 di dunia.


"Runway ketiga dibangun di sisi utara bandara dan saat ini proyek tersebut tengah dalam proses procurement sehingga kami targetkan pada April 2017 dapat dilakukan groundbreaking," jelas Awaluddin.

Adapun pembangunan runway ketiga ini, memerlukan lahan seluas 216 hektar. Dari kebutuhan lahan tersebut, AP II telah memiliki tanah seluas 42,85 hektar, sehingga diperlukan pembebasan tanah 173,19 hektar. Kemungkinan besar, dana pembebasan lahan berasal dari dana Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 4 triliun.

Tanah yang dibebaskan mencakup wilayah Kota Tangerang yakni Kelurahan Selapajang Jaya dan Kelurahan Benda, serta wilayah Kabupaten Tangerang yaitu Desa Bojong Renged, Desa Rawa Burung dan Desa Rawa Rengas.

Apabila dikalkulasikan dari tanah yang telah dimiliki, dan dari tanah yang sudah dibebaskan hingga 9 Februari 2017, maka lahan yang tersedia saat ini sudah mencapai 20% dari kebutuhan pembangunan runway ketiga.

Dapat diinformasikan bahwa penentuan harga tanah dilakukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik, di mana apabila pemilik sudah menyepakati harga maka akan dilanjutkan dengan proses berikutnya sesuai prosedur hingga paling akhir adalah tahap pembayaran.

"Kelancaran proses pembebasan tanah ini tidak lepas dari dukungan berbagai unsur dimana program investasi runway ketiga ini merupakan salah satu yang tercantum dalam grand design masterplan Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang disetujui pemerintah pada tahun 2010," papar Awaluddin. [ipe]

 
x