Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 27 Juni 2017 | 12:20 WIB

Ada Matahari Kembar, Pertamina Malah Untung Besar

Oleh : Uji sukma medianti | Senin, 13 Februari 2017 | 18:25 WIB
Ada Matahari Kembar, Pertamina Malah Untung Besar
Vice Precident Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Meski ada isu matahari kembar di PT Pertamina (persero), kinerjanya tergolong mengilap. Selama 2016 bisa
untung US$3,14 miliar, atau setara Rp40,82 triliun (kurs Rp13 ribu/US$).

Saat memaparkan laporan kinerja finansial konsolidasi tahun 2016 (unaudited), Vice Precident Corporate Communication Pertamina, Wianda Pusponegoro menuturkan, laba bersih meningkat di atas 100% ketimbang 2015 yang sebesar US$1,42 miliar.

Wianda bilang, peningkatan laba bersih ini diperoleh dari efisiensi, renegosiasi kontrak, serta optimalisasi kilang. "Ini menunjukkan bagaimana inisiatif internal dalam efisiensi, renegosiasi kontrak, optimalisasi kilang mampu menghasilkan harga yang lebih kompetitif," jelas Wianda di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat, Senin (13/2/2017).

Menurut data yang dibawa Wianda, laba bersih Pertamina sempat mengalami penurunan pada 2015. Untuk 2014, laba bersih mencapai US$1,45 miliar. Sedangkan pendapatannya mencapai US$70 miliar. Tahun berikutnya, pendapatan mencapai US$41,76 miliar dan 2016 turun menjadi US$36,45 miliar.

Untuk biaya produksi terjadi penurunan lumayan signifikan sejak 2014. Tahun ini nilainya sebesar US$65,56 miliar. Kemudian turun menjadi US$37,84 miliar pada 2015. Dan kembali longsor menjadi US$30,28 miliar di 2016.

Hanya saja, sempat terjadi kegaduhan saat RUPS Pertamina pada 3 Februari 2017. Di mana, dua bosnya dicopot yakni Dirut Dwi Soetjipto dan Wakil Dirut Ahmad Bambang. Alasan pencopotan karena keduanya tidak kompak. Karena sering bersebrangan, muncul istilah matahari kembar di Pertamina. Ujung-ujungnya, ya itu tadi, keduanya digusur. [ipe]

 
x