Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 29 April 2017 | 02:51 WIB

Utang RI Terus Membengkak, Ini Kata Sri Mulyani

Oleh : M Fadil Djailani | Selasa, 14 Februari 2017 | 16:08 WIB
Utang RI Terus Membengkak, Ini Kata Sri Mulyani
Menteri Keuangan Sri Mulyani - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Utang Indonesia di era pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) di akhir tahun 2016 lalu tercatat utang pemerintah pusat naik menjadi Rp 3.165,2 triliun atau US$ 229,44 miliar.

Sementara total outstanding utang pemerintah sepanjang 2016 tercatat turun dibandingkan 2015 menjadi Rp 3.466,9 triliun atau US$ 258,04 miliar dengan rasio utang 27,5 persen dari PDB.

Menanggapi hal ini Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku masih terus memonitor pergerakan utang Indonesia, di tengah-tengah ketidakpastian ekonomi global.

"Kita akan tetap waspada, mengelola APBN kan kita tetap lihat dinamika
yang terjadi di perekonomian nasional global perubahan kurs, harga minyak, pertumbuhan ekonomi, inflasi, suku bunga akan terus menerus di pantau," kata Sri Mulyani di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (14/02/2017).

"Kami akan lihat dampaknya ke APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara), dan bagaimana angkanya berubah dari sisi penerimaan dan belanja negara," tambahnya.

Sebagai informasi,outstanding utang sepanjang tahun lalu tercatat naik dari yang sebelumnya pada 2015 hanya Rp 3.165,2 triliun atau setara dengan US$ 229,44 miliar, menjadi Rp 3.466,9 triliun atau setara dengan US$ 258,04 miliar.

Meski begitu, rasio utang pemerintah terhadap PDB masih jauh dari batas maksimal yang ditetapkan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara sebesar 60 persen dari PDB. [lat]

x