Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 23 Februari 2017 | 05:03 WIB
Hide Ads

Sering Untung Besar, Freeport kok Rumahkan Pekerja

Oleh : - | Kamis, 16 Februari 2017 | 04:29 WIB
Sering Untung Besar, Freeport kok Rumahkan Pekerja
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Timika - Anggota DPR asal Papua Wilhelmus Pigai mendesak PT Freeport Indonesia (PTFI/Freeport) bersikap bijak dengan tidak melakukan PHK. Lantaran izin ekspor konsentrat tembaga masih dalam proses.

"Masalah internal perusahaan jangan dijadikan sebagai dasar melakukan PHK besar-besaran terhadap karyawannya, maupun karyawan privatisasi dan sub kontraktor," kata Wilhelmus di Timika, Papua, Rabu (15/2/2017).

Menurut Wilhelmus, rencana Freeport merumahkan sejumlah pegawainya, menyusul pemangkasan produksi sebesar 60%, sangatlah tidak bijaksana. Selain juga bukan solusi yang positif. Dalam hal ini, pengurangan pekerja harus menjadi opsi terahir.

"Silahkan perusahaan berjuang, tetapi pikirkan dampak jika dilakukan PHK. Menurut saya, PHK seharusnya menjadi opsi terakhir oleh perusahaan," ujar Wilhelmus.

Dia mengemukakan, perusahaan tambang emas, tembaga, dan perak itu sudah hampir setengah abad (49 tahun) menanamkan investasi di Tanah Papua. Tentu menurutnya, keuntungan yang diperoleh perusahaan tersebut tidaklah sedikit.

"Saya pikir segala keuntungan yang telah diperoleh Freeport selama ini, sudah cukup untuk membiayai kepentingan usaha perusahaan tersebut," kata Wilhelmus.

Wilhelmus menyarankan Freeport agar melakukan komunikasi konstruktif dengan pemerintah. Di mana, komunikasi itu harus mendapat dukungan dari pemda setempat, baik pemprov maupun pemkab. "Makanya, pemerintah provinsi, pemerintah daerah sebagai kabupaten penghasil, maupun kabupaten lain di sekitar penambangan, harus dilibatkan dalam urusan ini," tuturnya.

Pemerintah daerah, katanya, harus berkolaborasi memperjuangkan kepentingan bersama. Artinya, pemerintah daerah harus netral. Sebab tidak bisa dipungkiri bahwa kehadiran Freeport sudah memberikan dampak sangat baik untuk pembangunan di Papua.

"Kita bisa melihat Freeport dalam memberikan kontribusi sangat besar dalam bentuk royalti kepada pemerintah daerah penghasil dan pemerintah Papua secara umum," kata dia.

Selain itu, Wilhelmus mengatakan ada begitu banyak program Freeport salah satunya melalui program Community Development yang telah memberikan manfaat sangat baik kepada masyarakat Papua. Baik itu pengembangan ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan lainnya.

"Karena itu, dengan berbagai dampak positif tersebut, pemerintah daerah harus melihat ini secara baik. Pemerintah daerah harus proaktif dalam urusan kelangsungan operasi freeport," tambahnya.

Terutama menyangkut PHK, menurutnya tidak perlu terjadi karena dapat memberikan dampak sangat buruk. Pertama, terjadinya peningkatan pengangguran di Papua, yang kemudian berpotensi menciptakan tingginya angka kriminalitas.

"Dampak buruk inilah yang akan kembali ditanggung oleh pemerintah daerah jika situasi Freeport tak kunjung membaik, terutama jika dilakukan PHK. Karenanya pemerintah daerah harus terlibat," ujar Wilhelmus. [tar]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

x