Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 21 September 2017 | 15:50 WIB

Impor Tak Jamin Harga Gas Alam Cair Turun

Oleh : Uji Sukma Medianti | Kamis, 16 Februari 2017 | 16:40 WIB
Impor Tak Jamin Harga Gas Alam Cair Turun
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana memberikan izin impor LNG untuk pembangkit listrik yang hanya bisa dilakukan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) dan Independent Power Producer (IPP).

Lantaran harga gas di dalam negeri kurang kompetitif, Presiden Joko Widodo ingin harga gas ada di kisaran US$ 6 MMBTU. Pemerintah pun berencana untuk mengimpor gas alam cair/LNG.

Kendati begitu, impor gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) nyatanya tidak serta merta dapat menurunkan harga gas dalam negeri di level 'end user'.

Kepala Divisi Komersial Gas, Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Sampe L Purba, mengatakan, selain memerlukan beberapa tahapan, ternyata harga gas alam cair/LNG di seluruh dunia memang bersaing.

"Harga LNG bersaing secara umum di seluruh dunia, LNG sampai ke end user juga harus melalui tahap transmisi, regasifikasi, dan shipping," tuturnya, di Kantor SKK Migas, Jakarta, Kamis (16/2/2017).

Sementara itu, untuk tahapannya ada tiga yakni shipping (pengapalan), regasifikasi, dan transmisi. Dimana, tarif transmisi dipatok sebesar US$ 0,89, regasifikasi US$ 1-3, dan shipping US$ 0,8.

Tentunya, yang akan jadi perhatian adalah bagaimana ketiga tahapan itu bisa diefisiensikan. Bila itu terjadi, maka harga gas alam cair pada tingkat 'end user' bakal terpangkas.

Namun, ketiga tahapan itu tidaklah masuk ranah SKK Migas atau Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). [lat]

 
x