Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 11 Desember 2017 | 20:30 WIB

Ogah Kehilangan Minyak, Wamen ESDM Lakukan Ini

Oleh : Uji sukma medianti | Jumat, 17 Februari 2017 | 17:09 WIB
Ogah Kehilangan Minyak, Wamen ESDM Lakukan Ini
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar bakal memanggil Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) untuk meningkatkan produksi minyak.

Kata Arcandra, bila mengharapkan produksi dari lapangan atau blok minyak baru, perlu waktu 15 tahun, terhitung sejak eksplorasi hingga minyak keluar.

Untuk itu, Arcandra mengatakan, pemerintah akan mendorong KKKS untuk meningkatkan produksi dari blok atau lapangan (wilayah kerja) migas yang sudah ada. "Kita teriak-teriak untuk tahan produksi tapi siapa yang kerjain? Maka kita panggil KKKS,"jelasnya kepada wartawan di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (17/2/2017)

Asal perkaranya adalah data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu (SKK) Migas, menyebutkan bahwa produksi minyak selama lima tahun ke depan bakal turun hingga 600.000 barel per hari (bph).

Kontan saja, data SKK Migas membuat kaget dan pening pemerintah. Untuk itu, sejumlah langkah disiapkan agar produksi minyak bisa dikerek naik.

Menurut mantan Menteri ESDM 20 hari ini, rencana jangka pendeknya adalah menemukan teknologi yang cocok dengan karakteristik lapangan atau blok migas di Indonesia, serta komersialnya. "Teknologi apa, siapa providernya, juga sukses storynya," ujar Candra, sapaan akrab Archandra.

Untuk menentukan teknologi dalam eksplorasi migas, lanjut Arcandra, biaya atau ongkosnya haruslah efisien. Jangan sampai besar pasak ketimbang tiang, alias lebih mahal biaya produksi dibanding harga revenuenya. "Ya enggak bisa begitu," imbuh dia.

Kalau teknologinya sudah ketemu, lanjut pria berdarah Minang ini, KESDM akan memanggil para KKKS dan mempresentasikan teknologi tersebut. Diharapkan, KKKS segera menjalankan agar kenaikan produksi bisa terjadi.

Menurut Arcandra, tanpa adanya modernisasi teknologi, produksi minyak nasional bisa turun di bawah 600.000 bph dalam 5 tahun. Sesuai data yang disampaikan SKK Migas. "Tahun 2020 (bisa) sekitar 600.000 barel per hari," tukasnya. [ipe]

Komentar

 
x