Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 29 April 2017 | 22:31 WIB

KPR Bebas DP, BI Siap Tegur Pengembang atau Bank

Oleh : - | Jumat, 17 Februari 2017 | 17:36 WIB
KPR Bebas DP, BI Siap Tegur Pengembang atau Bank
Gubernur BI Agus Martowardojo - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Demi menjaga stabilitas sistem keuangan did alam negeri, Bank Indonesia (BI) tetap mewajibkan adanya uang muka atau down payment (DP) di Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Gubernur BI Agus Martowardojo menuturkan, ketentuan uang muka KPR diatur Peraturan BI (PBI) Nomor 18/16/PBI/2016? tentang rasio kredit dibandingkan nilai aset (loan to value/LTV) yang terakhir direvisi pada Agustus 2016. "Enggak, enggak. Kita sudah atur LTV, harus ada minimum uang muka untuk penyaluran kredit mortgage. Kalau nol persen, itu menyalahi dan sebaiknya tidak dilakukan," ujar Agus di Jakarta, Jumat (17/2/2017).

Dalam PBI tersebut, kata mantan menteri keuangan era SBY ini, diatur adanya rasio LTV untuk rumah tapak tipe lebih dari 70 meter persegi, maksimal 85 persen. Artinya, uang muka yang harus dibayarkan konsumen minimum 15%. Sedangkan rumah tapak kedua, dan ketiga, dengan tipe yang sama, rasio LTV dikurangi 5% (tiering).

Sedangkan rumah tapak tipe 22-70 meter, BI mengatur untuk rumah kedua, uang muka sebesar 15%, dengan rasio LTV 85%. Rasio LTV berkurang 5% menjadi 80% untuk rumah tapak ketiga dengan tipe sama.

Kalau ada pengembang atau perbankan yang menerapkan DP nol persen, Agus mengancam akan memberikan teguran. "Sebaiknya jangan dilakukan karena nanti akan mendapatkan teguran dari otoritas," ucap Agus.

Agus menegaskan, pengembang perumahan yang menawarkan uang muka KPR nol persen, sebaiknya mencabut aturan tersebut. KPR merupakan lini pembiayaan yang kerap dicermati BI sebagai otoritas yang bertanggung jawab terhadap kesehatan makroprudensial.

Makroprudensial merupakan indikator yang menekankan kehati-hatian untuk mencegah risiko terhadap stabilitas industri dan sistem keuangan. [tar]

Tags

x