Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 Oktober 2017 | 14:42 WIB

Bangun Infrastruktur, Menteri PPN Andalkan PINA

Oleh : - | Jumat, 17 Februari 2017 | 17:48 WIB
Bangun Infrastruktur, Menteri PPN Andalkan PINA
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah berharap lembaga pengelola dana-dana jangka panjang berinvestasi di proyek infrastruktur strategis dan prioritas.

"Investor akan kita dorong lebih banyak dana pensiun dan asuransi jiwa, pokoknya pengelola dana jangka panjang, yang berpotensi membutuhkan return (imbas hasil) besar," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro di Jakarta, Jumat (17/2/2017).

Menurut Bambang, sekarang adalah saatnya bagi pengelola dana jangka panjang untuk melihat potensi investasi proyek infrastruktur yang memberikan imbas hasil dan manfaat lebih besar. Saat ini, bunga obligasi dan deposito cenderung turun.

Skema Pembiayaan Investasi Non Anggaran Pemerintah (PINA) yang diusung pemerintah saat ini dalam upaya menggenjot pembangunan infrastruktur, diklaim memberikan imbas hasil yang tinggi. "Yang masuk PINA itu returnya pasti di atas 13 persen, kemudian memang proyek ini secara komersial menarik untuk swasta," ujar Bambang.

Pemerintah telah melakukan kesepakatan pembiayaan PINA di Istana Negara, Jakarta, Jumat (17/2). Acara tersebut merupakan titik awal keberhasilan PINA setelah Kepala Bappenas diberikan mandat Presiden Joko Widodo untuk menggalang sumber pembiayaan alternatif. Bagi proyek infrastruktur strategis yang mempunyai nilai komersial dan berdampak untuk meningkatkan perekonomian.

PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dan PT Taspen (Persero) secara bersama-sama memberikan pembiayaan investasi dalam bentuk ekuitas kepada PT Waskita Toll Road, yang saat ini memiliki konsesi untuk 15 ruas jalan tol.

Dengan program PINA, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) dan PT Taspen (Persero) memberikan pembiayaan kepada PT Waskita Toll Road untuk mencukupi kebutuhan porsi ekuitas tahap awal, sebesar Rp 3,5 triliun.

Proses fasilitasi oleh Kementerian PPN/Bappenas yang telah sampai financial closing ini, tidak terlepas dari dukungan yang diberikan Kementerian Keuangan, Kementerian BUMN dan Kementerian PUPR. Kementerian PPN/Bappenas, sebagai motor penggerak dan fasilitator PINA, mendorong agar skema ini dapat menjadi alternatif pembiayaan di tengah keterbatasan keuangan negara.

Prioritas proyek yang dipilih untuk didanai dengan skema PINA memiliki 4 (empat) kriteria, yakni pertama mendukung percepatan target prioritas pembangunan nasional. Kedua, memiliki manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat Indonesia. Ketiga,memiliki kelayakan komersial, dan keempat, memenuhi kriteria kesiapan (readiness criteria).

PINA dilaksanakan dengan memanfaatkan sumber pembiayaan yang berasal dari penanam modal, dana kelolaan, perbankan, pasar modal, asuransi, lembaga pembiayaan, lembaga jasa keuangan lain, dan sumber pembiayaan lain yang sah. Pemerintah berkomitmen untuk melaksanakan proyek PINA yang akan menjadi bagian dari dokumen perencanaan pembangunan nasional.

Bambang menuturkan, dukungan finansial memegang peranan yang sangat krusial dalam percepatan pembangunan infrastruktur, dalam hal ini pembangunan jalan tol yang berperan untuk mengakselerasi pembangunan nasional dan memberi daya ungkit perekonomian.

Acara Financial Closing PINA tersebut diharapkan mampu menjadi pemicu keterlibatan lembaga pengelola dana-dana jangka panjang atas proyek-proyek infrastruktur strategis dan prioritas lainnya.

"Program PINA didesain untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan proyek-proyek infrastruktur yang membutuhkan modal besar yang dinilai baik secara ekonomi dan menguntungkan secara finansial," ujar Bambang. [tar]

Komentar

 
x