Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 21 Juli 2017 | 23:32 WIB

BI: Inflasi Pekan Kedua Februari Siaga Satu

Oleh : - | Jumat, 17 Februari 2017 | 19:48 WIB
BI: Inflasi Pekan Kedua Februari Siaga Satu
Gubernur BI Agus Martowardojo - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Pekan kedua Februari 2017, inflasi tahun ke tahun (year on year/yoy) mencapai 3,95%. Angka ini cukup tinggi karena mendekati batas tengah Bank Indonesia (BI) di kisaran 3%-5%.

Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, inflasi tahunan sebesar 3,95%, atau mendekati 4%, sementara inflasi bulanan (month to month/mtm) hingga pekan kedua Februari 2017 sebesar 0,35%.

Tingginya inflasi di pekan kedua Februari ini, kata Agus bersumber kenaikan harga barang yang diatur pemerintah (administered prices), yakni penyesuaian tarif listrik pelanggan 900 VA.

Selain faktor administered prices, kata Agus, pergerakan harga komoditas pangan seperti capai merah, cabai rawit, bahkan bawang merah, sangat memengaruhi.

"Memang sumber-sumber inflasi itu masih ada yang karena penyesuaian harga listrik, terus juga ada beberapa bagian dari volatile food, seperti cabai merah, cabe rawit, bahkan bawang merah juga memberikan kontribusi," ujarnya.

Namun, masih kata mantan menteri keuangan era SBY ini, tidak semua komoditas pangan menyumbang inflasi. BI mencatat, harga daging ayam dan telur justeru deflasi.

Dengan inflasi bulanan di pekan kedua Februari sebesar 0,35%, mantan dirut Bank Mandiri ini masih optimis bahwa inflasi Februari masih lebih baik ketimbang Januari 2017.

Sekedar mengingatkan saja, inflasi bulanan di Januari 2017 sebesar 0,97%. Sedangkan inflasi tahunan menjadi 3,49%. Angka ini naik signifikan dibanding Desember 2016 yang sebesar 3,02 persen.

Tentu saja ini masukan bagi Presiden Joko Widodo maupun tim ekonomi, pergerakan inflasi bisa menjadi ancaman serius. Lantaran, ya itu tadi, dua faktor yang sangat berpengaruh. Yakni administered prices serta kenaikan harga cabai dan bawang. [tar]

Tags

 
x