Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 18 November 2017 | 13:27 WIB

Rencana Bisnis Menunggu Putaran Dua Pilgub DKI

Oleh : - | Jumat, 17 Februari 2017 | 20:38 WIB
Rencana Bisnis Menunggu Putaran Dua Pilgub DKI
Wakil Ketua DPR RI bidang Ekonomi dan Keuangan, Taufik Kurniawan - (Foto: dpr)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Saat ini, dunia usaha tengah menunggu hasil Pemilihan Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022 yang berlangsung dua putaran. Jadi, sejumlah rencana investasi menjadi tertunda.

"Kami sangat memahami mengapa pilkada dua putaran (di DKI) ini mengundang sikap wait and see (menunggu) dari dunia usaha, khususnya investasi," kata Wakil Ketua DPR RI bidang Ekonomi dan Keuangan, Taufik Kurniawan dalam rilis di Jakarta, Jumat (17/2/2017).

Politisi PAN itu memahami, wait and see-nya pengusaha, adalah hal yang lumrah. Karena, berbagai aktivitas bisnis membutuhkan adanya suatu kepastian.

Padahal, kata Taufik, pemerintah agresif dalam mendorong masuknya investasi melalui 15 paket kebijakan akonomi yang terkait dengan logistik (Indonesia National Single Window/INSW).

"Saya memahmi jika para pelaku usaha akan menunggu suasana pilkada betul-betul selesai. Apalagi Jakarta menjadi barometer politik dan ekonomi dalam negeri," papar Taufik.

Untuk itu, ia juga menginginkan kondisi yang kondusif selama pelaksanaan putaran pertama juga perlu untujk tetap dijaga dan jangan sampai mengendur pada putaran kedua berikutnya.

Taufik juga mengemukakan rasa apresiasinya terhadap pelaksanaan Pilkada Serentak yang berlangsung aman, tertib, dan damai, sehingga juga diapresiasi para pelaku ekonomi.


Terkait kondisi ekonomi saat ini, Bank Indonesia melaporkan, persepsi 4.600 rumah tangga terhadap kondisi ekonomi saat ini. membaik. Terjadi kenaikan indikator tentang penghasilan konsumen, ketersediaan lapangan kerja dan ketepatan waktu pembelian barang tahan lama.

Dalam publikasi survei konsumen BI yang diumumkan Senin (6/2), Jakarta, indeks kondisi ekonomi (IKE) pada akhir Januari 2017 membaik dibandingkan Desember 2016 dan November 2016. "Indeks Kondisi Ekonomi saat ini naik 1,4 poin atau sebesar 104,2 dibanding Desember 2016," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara.

Dalam survei bulanan konsumen untuk Januari 2017, BI melakukan penelitian terhadap 4.600 rumah tangga di 18 kota di Indonesia.

Peningkatan persepsi konsumen, menurut BI, didorong oleh peningkatan indeks penghasilan saat ini yang naik 0,6 poin menjadi 118,5 poin, ketersediaan lapangan kerja yang naik 0,6 poin menjadi 88,8 poin. Dan, ketepatan waktu pembelian barang tahan lama naik 3,3 poin menjadi 105,4 poin. [tar]

Komentar

 
x