Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 21 September 2017 | 15:48 WIB

Gandeng Swedia, Menteri Jonan Murahkan Listrik EBT

Oleh : - | Sabtu, 18 Februari 2017 | 00:39 WIB
Gandeng Swedia, Menteri Jonan Murahkan Listrik EBT
Menteri ESDM, Ignasius Jonan - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bekerja sama dengan Pemerintah Swedia mengembangan energi baru terbarukan (EBT), berupa Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan PLTB untuk angin.

Menteri ESDM, Ignasius Jonan mengatakan, melalui kerja sama dengan Swedia yang dikenal maju di sektor EBT, diharapkan bisa berdampak positif. Paling tidak, harga setrum dari EBT bisa lebih murah.

"Mudah-mudahan dengan kerja sama ini karena Swedia lebih dulu dan 'advance', tarifnya diharapkan untuk pengembangan energi terbarukan dengan energi air dan angin bisa lebih baik untuk Indonesia," kata Menteri Jonan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (17/2/2017).

Melalui penandatanganan nota kesepahaman ini, Menteri Jonan berharap pengembangan EBT di tanah air, semakin maju. Sehingga bisa memperkuat pasokan listrik, khususnya di wulayak terpencil. Yang lebih penting, ya itu tadi, harga setrum semakin terjangkau.

Kata mantan menteri perhubungan ini, pengembangan EBT harus disesuaikan dengan kondisi geografis. Yakni mempertimbangkan sumber daya yang banyak ditemukan di daerah pembangkit.

"Terkait geografi juga, kalau sumber daya gasnya besar coba pakai gas, tetapi kalau tidak ada gas, misalnya, ada sungai atau air terjun pakai hidro (air). Kalau solar tenaga matahari, Swedia mungkin tidak terlalu signifikan karena terletak di bagian utara," ungkap Jonan.

Ada pun Pemerintah Swedia yang diwakili Menteri Koordinator Kebijakan dan Energi Swedia Ibrahim Baylan menyebutkan kedua pihak berupaya untuk menyediakan listrik yang ramah lingkungan.

"Tujuan kebijakan energi adalah memastikan tersedianya listrik untuk industri dan rumah tangga dengan harga yang kompetitif dan dampak sekecil mungkin pada lingkungan," tutur Menteri Baylan.

Baylan menjelaskan Indonesia dan Swedia dapat belajar bersama menciptakan energi ramah lingkungan, apalagi Swedia memiliki pangsa pasar tertinggi untuk energi terbarukan dan menciptakan harga terendah melalui EBT di Uni Eropa.

Swedia pun telah mencapai pertumbuhan ekonomi yang signifikan dalam 30 tahun terakhir dengan lebih sedikit menggunakan energi listrik daripada 30 tahun lalu yang dinilai lebih bermanfaat. [tar]

 
x