Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 26 Mei 2017 | 21:59 WIB

Saudara Tua Tertarik Berbisnis Sapi di NTT

Oleh : - | Kamis, 23 Februari 2017 | 08:19 WIB
Saudara Tua Tertarik Berbisnis Sapi di NTT
(Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Kupang - Investor Jepang mulai menjajaki peluang bisnis daging sapi di NTT. Tak main-main, orientasinya ekspor ke-11 negara. Mudah-mudahan serius.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Peternakan NTT, Dani Suhadi kepada wartawan di Kupang, NTT, Rabu (22/2/2017). "Awal Januari lalu, mereka (investor Jepang) datang bertemu dengan saya, dan bertemu dengan Gubernur NTT untuk membahas soal niat mereka untuk berinvestasi masalah ternak sapi di NTT ini," kata Dani.

Dani bilang, investor dari Jepang itu saat ini tengah membuka sejumlah usaha makanan berupa makanan berdaging di 11 negara di dunia. "Mereka (investor Jepang) ke NTT tujuannya adalah mencari tahu apakah daging sapi di NTT berkualitas atau tidak," paparnya.

Hanya saja, Dani masih meragu tentang keseriusan investor Jepang itu. Lantaran, saat ini, mereka masih terus melakukan perhitungan secara ekonomis. Saat ini, sapi-sapi di NTT termasuk organik karena dipelihara dengan cara dilepas atau diumbar begitu saja. Makanannya yang dikonsumsi adalah makanan organik, tanpa pupuk dan zat kimia lainnya. "Kalau bisa dibilang sapi kita adalah sapi yang masuk dalam kategori sapi premier, dan ini yang dicari oleh banyak investor," tuturnya.

Selain investor dari Jepang, Investor asal Australia juga berniat berinvestasi daging sapi. Dengan pihak Australia, berkaitan dengan hubungan kerja sama tiga negara yakni Indonesia (NTT)-Timor Leste-Australia. "Tetapi inikan mereka ada timnya. Jika memang jadi, maka tentu akan memberikan keuntungan bagi peternak kita," pungkas Dani. [tar]

 
x