Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 29 April 2017 | 22:29 WIB

Kementerian PUPR Gelar Rakor Pengendalian Rusun

Oleh : - | Sabtu, 25 Februari 2017 | 10:58 WIB
Kementerian PUPR Gelar Rakor Pengendalian Rusun
(Foto: pu)
facebook twitter

INILAHCOM, Surabaya Kementerian PUPR melalui Direktorat Rumah Susun Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan mengadakan kegiatan Rapat Koordinasi Pengendalian Pembangunan Rumah Susun Tahun Anggaran 2017 di Surabaya, Jawa Timur, Selasa Kamis (21-23/2/2017).

Menurut Kepala Seksi Penyediaan Rusun Wilayah 2 Subdirektorat Penyediaan Direktorat Rumah Susun selaku Ketua Panitia kegiatan Manda Machyus menyatakan rapat koordinasi tersebut diharapkan dapat menjadi wadah diskusi dan penyamaan persepsi bagi penyelenggara pembangunan rumah susun (Rusun) SNVT Bidang Perumahan di seluruh wilayah provinsi Indonesia.

"Kami harap para peserta dapat memahami proses pelaksanaan pembangunan hunian vertikal khususnya dalam tahapan pengendalian konstruksi pembangunan Rusun yang akan dibangun untuk masyarakat," ujarnya.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut, Direktur Rumah Susun, Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Provinsi Jawa Timur, Kepala SNVT Provinsi Jawa Timur dan PPK SNVT bidang Perumahan dan para kontraktor pelaksana serta konsultan MK Pembangunan Rumah Susun SNVT Tahun 2017.

Lebih lanjut, dirinya menjelaskan, kebijakan pembangunan Rusun merupakan kebijakan yang disusun oleh pemerintah untuk mengatasi permasalahan ketersediaan rumah khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Berdasarkan data yang ada dalam dokumen RPJMN 2014-2019, kekurangan rumah atau backlog kepenghunian masyarakat akan tempat tinggal yang layak mencapai angka sekitar 7,6 juta unit.

Untuk menangani permasalahan tersebut, Ditjen Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR telah menargetkan pembangunan rumah susun sewa (Rusunawa) pada.2017 sebesar 13.155 unit Satuan Rusun (Sarusun) dengan alokasi APBN sebesar Rp4,7 triliun.

"Target pembangunan Rusun ini adalah bentuk intervensi dan upaya pemerintah untuk menyediakan tempat tinggal yang layak bagi kelompok MBR melalui pembangunan hunian vertikal. Dimana dalam target pembangunan rumah susun ini akan dilaksanakan oleh Satker SNVT bidang perumahan sebesar 2.344 unit (atau sekitar 46 tower rusun) atas target pelaksanaan pembangunan baru dan pemeliharaan rumah susun terbangun untuk mendorong penghunian dan serah terima aset," tandasnya.

Beberapa hal yang dibahas dalam kegiatan tersebut antara lain Kebijakan Direktorat Rusun pada SNVT penyediaan perumahan, Pelaksanaan Pengendalian Pembangunan Rusun yang tepat biaya, tepat mutu, tepat waktu, serta tertib administrasi, Ketentuan dan Mekanisme Pelaksanaan Pemeliharaan Rumah Susun untuk mendukung percepatan proses serah terima aset.

Gambaran Umum dari pakar yang ahli mengenai Pelaksanaan Manajemen Konstruksi Pembangunan Rumah Susun di bidang arsitektur, struktur dan mekanikal elektrikal (MEP) serta kesepakatan bersama/menyusun Berita Acara Kesepakatan mengenai jadwal pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan bobot pekerjaan.

Para peserta, imbuhnya, juga diajak untuk melihat salah satu contoh hasil pembangunan Rusun yang dianggap baik (benchmark) di wilayah Jawa Timur serta melakukan kunjungan lapangan ke lokasi Rusun Pondok Pesantren Modern Darul Hikmah Tulungagung yang baru saja diresmikan Bapak Wakil Presiden RI pada Bulan Januari yang lalu.

"Sehingga melalui kunjungan lapangan ini, peserta rapat koordinasi akan mendapat gambaran utuh mengenai kualitas pembangunan Rusun yang baik untuk dapat diterapkan pada lokasi pembangunan rumah susun di setiap lokasi SNVT," tandasnya. [hid]

Tags

x