Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 26 Juni 2017 | 02:04 WIB

BPS: Subsidi Setrum Dipangkas Bikin Inflasi Tinggi

Oleh : M fadil djailani | Rabu, 1 Maret 2017 | 21:00 WIB
BPS: Subsidi Setrum Dipangkas Bikin Inflasi Tinggi
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Kecuk Suhariyanto - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Keputusan pemerintah mengurangi jumlah penerima subsidi setrum bagi golongan 900 volt-ampere (VA), mendorong kenaikan inflasi Februari 2017 menjadi 0,23%.

"Inflasi di Februari, saya bilang 0,23 persen dan salah satu penyebab utamanya adalah penyesuaian tarif listrik untuk rumah tangga yang tadinya dapat subsidi kemudian tidak mendapat," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Kecuk Suhariyanto di Kantornya, Jakarta, Rabu (01/03/2017).

Secara rinci, lanjut Kecuk, kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau, mengalami inflasi 0,39%. Sementara kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar mengalami inflasi 0,75%. Untuk kebutuhan sandang sebesar 0,52%, dan kelompok kesehatan 0,26%.

Menurut Kecuk, andil tarif listrik tersebut, berkontribusi terhadap inflasi Februari 2017, sebesar 0,11%. "Andilnya adalah 0,11 persen. Ini lebih terjadi untuk rumah tangga pengguna 900 VA yang pasca bayar, yang pra bayar sudah Februari lalu," paparnya.

Bagaimana dengan inflasi bulan ini? Menurut Kecuk masih akan dibayangi kenaikan tarif listrik. "Pengalaman Januari-Februari, ya pasti akan berdampak. Namun saya pikir pemerintah sudah antisipasi, selain eksternal dan domestik adalah administered prices yakni dari listrik," katanya.

Kecuk bilang, pPemerintah dan Bank Indonesia (BI) sudah siapkan langkah strategis untuk meredam inflasi akibat volatile food, melalui penguatan infrastruktur logistik pangan.

"Untuk imbangi apa yang mungkin terjadi pada Maret dan Mei, pemerintah dan BI akan imbangi dengan penguatan infrastruktur logistik pangan, sistem data lalu lintas barang dll," tandasnya. [ipe]

 
Embed Widget

x