Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 28 Juni 2017 | 23:00 WIB

Bos Pajak : Nasabah Jangan Takut AEoI

Oleh : M Fadil Djailani | Jumat, 3 Maret 2017 | 15:10 WIB
Bos Pajak : Nasabah Jangan Takut AEoI
Dirjen Pajak Ken Dwijugiasteadi - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Ken Dwijugiasteadi mengatakan para nasabah dan perbankan tidak perlu takut untuk menghadapi implementasikan pertukaran data informasi keuangan atau Automatic Exchange of Information (AEoI) pada tahun 2018 nanti.

Lantaran pemerintah dalam hal ini DJP, hanya akan menggunakan data-data dari AEoI tersebut untuk mengindentifikasi nasabah yang dicurigai bermasalah dengan pajak, itu pun tak semua pegawai pajak bisa membuka data-data tersebut.

"Jadi sampaikan ke nasabah nggak perlu panik karena pajak tidak akan menggunakan data seenaknya sendiri, nggak mungkin setiap pegawai pajak bisa liat rekeningnya. Hanya data yang dibutuhkan," ungkap Ken dalam acara seminar nasional bertajuk Komitmen Indonesia atas Implementasi AEol 2018 di Hotel Js Luwansa, Jakarta Jumat (03/03/2017).

"Jadi, tenang saja nggak perlu takut, karena tidak semua data rekening itu dapat dilihat sama pegawai pajak," tambah Ken.

Ken bilang, data nasabah yang dilihat dalam AEol ini bukan terkait data pemasukan melainkan data penunjang seperti penggunaan kartu kredit. Ken juga mengimbau kepada masyarakat untuk tidak takut dalam menggunakan kartu kredit nantinya akan dikenakan pajak tambahan.

Pasalnya, kebijakan itu semata-mata untuk menjalankan perintah Kementerian Keuangan pada 23 Maret lalu melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 39/PMK.03/2016. Permen itu berisi rincian jenis data dan informasi serta tata cara penyampaian data dan informasi yang berkaitan dengan perpajakan.

Dalam peraturan Kementerian Keuangan itu, 23 entitas penyedia kartu kredit diwajibkan melaporkan setiap data dan transaksi kartu kredit kepada Direktorat Jenderal Pajak. Langkah tersebut semata-mata hanya untuk menguji kepatuhan wajib pajak. Banyak pengguna kartu kredit yang merasa waswas karena itu. Namun ada pula yang menanggapi santai.

"Jadi nggak usah panik ketakutan. Ini hanya melihat data saja, tidak semua data bisa dilihat juga, jadi nggak perlu takut kenapa-kenapa," tandasnya. [lat]

 
x