Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 22 September 2017 | 23:52 WIB

Ini Saran Bos OJK Keluar dari Middle Income Trap

Oleh : M Fadil Djailani | Selasa, 7 Maret 2017 | 17:19 WIB
Ini Saran Bos OJK Keluar dari Middle Income Trap
Ketua Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Meski pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif lebih tinggi, dengan rata-rata 5 persen, namun sayangnya pertumbuhan yang tinggi tersebut tidak bisa diikuti naiknya pendapatan masyarakat Indonesia yang lebih baik. Saat ini pendapatan masyarakat Indonesia berada pada level middle income trap.

Middle income trap adalah sebuah situasi yang dihadapi sebuah negara saat negara tersebut tidak mampu meningkatkan perekonomiannya menuju keranjang highincomecountries.

"Pertumbuhan ekonomi kita 5 persen perlu kita pacu lebih tinggi lagi agar kita bisa keluar dari lingkaran middle income trap," kata Ketua Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad di Hotel Westin, Jakarta, Selasa (07/03/2017).

Dia bilang pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan inklusif menjadi salah satu cara agar pendapatan masyarakat Indonesia bisa terkerek naik.

"Pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi juga perlu kita tingkatkan dan tentu saja sejalan dengan keinginan kita yang meningkatkan kesejahteraan rakyat dan menyediakan lapangan kerja untuk penduduk usia produktif yang semakin hari semakin besar," paparnya.

Namun Muliaman mengakui bahwa hal ini tidaklah mudah dilakukan, butuh anggaran yang besar. Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tak akan mampu melakukan hal itu dalam waktu dekat, perlu ada sumber pembiyaan yang lain, selain APBN.

"Di sinilah pentingnya upaya kita untuk memobilisiasi sumber daya domestik, dalam konteks ini sektor jasa keuangan memainkan peran penting sebagai penyedia likuiditas dan pembiayaan untuk pembangunan," katanya.

Muliaman mengungkapkan, indikator jasa keuangan saat ini belum tergarap maksimal dalam memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Dan ini menurut dia sangat menjanjikan.

"Terdapat ruang yang cukup luas bagi sektor jasa keuangan domestik untuk mengambil peran yang besar lagi dalam mendorong pertumbuhan, tentu dengan memperhatikan aspek stabilitas sistem keuangan," tandasnya. [lat]

 
Embed Widget

x