Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 29 April 2017 | 22:24 WIB

Fed Fund Rate Naik, Ini Kata Bos OJK

Oleh : M Fadil Djailani | Selasa, 7 Maret 2017 | 18:16 WIB
Fed Fund Rate Naik, Ini Kata Bos OJK
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Bank Sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed) diprediksi akan menaikkan suku bunga acuannya (Fed Fund Rate/FFR) sebanyak tiga kali pada tahun ini, sejalan dengan membaiknya data ekonomi AS. Maret ini, The Fed diprediksi akan menaikkan suku bunganya yang pertama.

Menanggapi hal ini Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad terlihat santai saja. Dia bilang tak ada yang perlu ditakutkan dari rencana kebijakan moneter AS tersebut.

"Jadi kita masih melihat mudah-mudahan dampaknya tidak akan signifikan," katanya di Hotel Westin, Jakarta, Selasa (07/03/2017).

Muliaman bilang rencana naiknya FFR ini menjadi peluang bagi pemangku kepentingan ditanah air, untuk terus membangun kapasitas pembiayaan domestik yang semakin canggih, agar sentimen-sentimen negatif yang berasal dari luar tidak terlalu mengganggu sistem stabilitas ekonomi nasional.

:"Tentu saja komitmen kita untuk terus membangun kapasitas pembiayaan domestik itu menjadi begitu penting," kata Muliaman yang namanya tak lolos dalam seleksi DK OJK Periode 2017-2022 ini.

Dia beralasan saat ini kondisi likuiditas perbankan ditanah air masih cukup aman bahkan mengalami perbaikan, sehingga naiknya FFR tidak akan terpengaruh terhadap likuiditas perbankan ditanah air.

"Saya belum hitung dampaknya, tapi melihat kondisi likiuditas perbankan saat ini mengalami perbaikan," katanya.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menilai sinyalemen naiknya FFR pada bulan Maret 2017, tak perlu ditakutkan oleh para pelaku pasar di Tanah Air, lantaran kondisi ekonomi makro Indonesia cukup baik.

"Kita meyakini dampak dari kenaikan FFR tidak akan begitu pemengaruhi Indonesia, karena kondisi stabilitas ekonomi makro Indonesia cukup baik," kata Agus di Kementerian Keuangan Senin (06/03/2017).

Agus bilang sinyal naiknya FFR pada bulan Maret 2017, diketahui usai pidato Gubernur Bank Sentral AS (The Fed) Janet Yellen pada bulan lalu dan juga hasil dari Federal Open Market Committee (FOMC) yang semakin bulat di Maret ini, sampai dengan 90 persen.

"Tapi tetap kita harus mewaspadainya," kata Agus.

Mantan Menteri Keuangan era SBY ini bilang para pelaku pasar sudah mengetahui rencana kenaikan suku bunga Negeri Paman Sam tersebut, dan telah mempersiapkan untuk mengantisipasinya.

"Pasar sudahprice inFFR akan naik di Maret karena komunikasi yang cukup baik dan kajian dari pasar yang cukup luas terkait itu," katanya.

Sebelumnya suku bunga AS telah naik 0,25 persen pada Desember 2016 lalu, dan itu kenaikan suku bunga kedua kali dalam 10 tahun. Saat ini suku bunga the Fed di kisaran 0,5 persen-0,75 persen. [lat]

x