Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 25 Juni 2017 | 03:36 WIB

FFR Naik, Dana Asing Kabur dari RI

Oleh : M Fadil Djailani | Selasa, 7 Maret 2017 | 20:27 WIB
FFR Naik, Dana Asing Kabur dari RI
Dolar AS - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Bank Sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed) diprediksi akan menaikkan suku bunga acuannya (Fed Fund Rate/FFR) sebanyak tiga kali pada tahun ini, sejalan dengan membaiknya data ekonomi AS. Maret ini, The Fed diprediksi akan menaikkan suku bunganya yang pertama.

Menanggapi hal ini ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara memprediksi bakal banyak dana asing yang kabur dari Indonesia atau capital outflow.

"Dampaknya dana asing bakal kabur dari Indonesia. Capital Outflow diprediksi meningkat," kata Bhima saat dihubungi INILAHCOM, Selasa (07/03/2017).

Bhima bilang kenaikan FFR sudah diprediksi sejak lama, setelah terpilihnya Donald John Trump sebagai Presiden AS. Apalagi, sejumlah data di AS seperti tingkat inflasi yang rendah dan data tenaga kerja AS yang mulai baik akan lebih meyakinkan pemerintah AS menaikan suku bunganya.

Kondisi tersebut, kata dia, membuat dana asing dari Indonesia juga terancam keluar dan pulang ke AS. Tentu hal itu tak baik, karena sekitar 38,8 persen surat utang dikuasai asing, jadi pasar keuangan dalam negeri sangat fragile (gamang).

"Pada bulan November lalu saja cadangan devisa kita terkuras sekitar US$ 3,5 miliar, pemerintah seharusnya mengantisipasi hal ini," katanya.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo menilai sinyalemen naiknya suku bunga Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Fed Fund Rate (FFR) pada bulan Maret 2017, tak perlu ditakutkan oleh para pelaku pasar ditanah air, lantaran kondisi ekonomi makro Indonesia cukup baik.

"Kita meyakini dampak dari kenaikan FFR tidak akan begitu pemengaruhi Indonesia, karena kondisi stabilitas ekonomi makro Indonesia cukup baik," kata Agus di Kementerian Keuangan Senin (06/03/2017).

Agus bilang sinyal naiknya FFR pada bulan Maret 2017, diketahui usai pidato Gubernur Bank Sentral AS (The Fed) Janet Yellen pada bulan lalu dan juga hasil dari Federal Open Market Committee (FOMC) yang semakin bulat di Maret ini, sampai dengan 90 persen.

"Tapi tetap kita harus mewaspadainya," kata Agus.

Mantan Menteri Keuangan era SBY ini bilang para pelaku pasar sudah mengetahui rencana kenaikan suku bunga Negeri Paman Sam tersebut, dan telah mempersiapkan untuk mengantisipasinya.

"Pasar sudahprice inFFR akan naik di Maret karena komunikasi yang cukup baik dan kajian dari pasar yang cukup luas terkait itu," katanya.[lat]

 
Embed Widget

x