Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 24 Mei 2017 | 09:31 WIB

Untung Besar dari Investasi Negeri Samurai

Oleh : - | Rabu, 8 Maret 2017 | 02:29 WIB
Untung Besar dari Investasi Negeri Samurai
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Investasi Jepang tak hanya berdampak kepada meningkatnya nilai serta penyerapan tenaga kerja. Namun bermakna juga sebagai perbaikan kualitas SDM serta alih teknologi.

"Bahkan kini sudah terjadi proses transformasi teknologi di berbagai industri. Investasi Jepang yang melibatkan sektor usaha kecil dan menengah, akan sangat membantu dalam percepatan alih teknologi dan pertumbuhan perekonomian nasional," kata Sekretaris Jenderal Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Jepang (PPIJ), Heru Santoso di Jakarta, Selasa (7/3/2017).

Heru dalam Seminar Monozukuri ke-XIII mengatakan, Indonesia dan Jepang memiliki hubungan yang sangat lama. Dan, negeri Sakura itu memiliki kontribusi yang tinggi bagi Indonesia dalam pembangunan ekonomi, menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja dan membangun SDM berkualitas, serta menguatnya hubungan, baik antar pemerintah, masyarakat mapun pengusaha.

"Hubungan ekonomi diharapkan akan terus membaik hingga 2018 yang diperingati sebagai 60 tahun Hubungan Diplomatik Indonesia-Jepang," papar Heru.

Enam tahun terakhir, nilai investasi Jepang di Indonesia termasuk yang terbesar di antara negara-negara lainnya. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, pada 2011, investasi Jepang berada di urutan ke-2 (US$1,5 miliar), tahun 2012 urutan ke-2 (US$2,5 miliar), tahun 2013 di urutan ke-1 (US$4,7 miliar), tahun 2014 urutan ke-2 (US$2,7 miliar), tahun 2015 urutan ke-3 (US$2,9 miliar), tahun 2016 urutan ke-2 (US$5,4 miliar).

Sehingga, total investasi Jepang dalam enam tahun tersebut mencapai US$19,7 miliar. Jumlah perusahaan Jepang di Indonesia, saat ini, lebih dari 1.750 perusahaan, dengan kegiatan utamanya di bidang infrastruktur, jasa dan manufaktur.

Heru mengatakan guna mendorong peningkatan produktivitas tenaga kerja dan daya saing ekspor produk Indonesia, serta guna mengetahui lebih mendalam mengenai industri manufaktur yang berkontribusi besar terhadap pembangunan ekonomi bangsa tersebut, PPIJ dan Jakarta Japan Club (JJC) kembali menyelenggarakan seminar Kewirausahaan & Monozukuri, bertempat di sebuah produsen minuman kesehatan dari Jepang.

Sebelumnya, seminar semacam ini telah dilaksanakan sebanyak 12 kali secara berkala sejak April 2012, untuk menyampaikan pentingnya semangat Monozukuri yang berakar di dalam perusahaan-perusahaan manufaktur Jepang, yang patut diteladani.

"Pengusaha-pengusaha terkemuka dari Jepang diundang sebagai pembicara untuk menjelaskan bagaimana mereka menjalankan usahanya dan berbagi ilmu. Perusahaan-perusahaan Jepang di Indonesia dikunjungi, untuk melihat implementasi semangat Monozukuri di lapangan," kata Heru.

Monozukuri dalam bahasa Jepang berasal dari kata mono berarti produk atau barang, dan zukuri yang berarti proses pembuatan, penciptaan atau produksi manufaktur.

Namun konsep ini mengandung makna yang jauh lebih luas dari arti harafiahnya, sehingga mengungkapkan kepemilikan spirit mencipta dan memproduksi produk-produk unggul serta kemampuan terus menyempurnakan proses dan sistim produksinya. [tar]

 
x