Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 27 Maret 2017 | 11:48 WIB
Hide Ads

Proyek LRT Diprediksi Mangkrak, Ini Kata Kemenkeu

Oleh : M fadil djailani | Sabtu, 11 Maret 2017 | 00:39 WIB
Proyek LRT Diprediksi Mangkrak, Ini Kata Kemenkeu
Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani - (Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Saat ini, keuangan negara sedang cekak. Jadi, proyek yang memerlukan dana besar diprediksi bakal mangkrak. Salah satunya proyek kereta cepat ringan atau Light Rapid Transit (LRT) Jabodetabek.

Saat ditanya soal ini, Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani bilang, skema pembiayaan untuk proyek LRT, bukan seluruhnya ditanggung APBN. Namun dipadukan dengan investasi.

"Di situ toolsnya non-APBN ada, APBN ada. Jadi non-APBN misalnya, nanti dikasih konsesi kemudian dikasih penjaminan. Kemudian dari APBN juga ada, Penyertaan Modal Negara (PMN) sudah ada-kan," papar Askolani di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (10/03/2017).

Askolani memaparkan, program PMN untuk proyek tersebut sudah mulai dijalankan. Di mana, PT Adhi Karya (Persero) dan PT KAI telah mendapatkan dana PMN masing-masing Rp 1,5 triliun dan Rp 2 triliun. "Sehingga nanti akan kita lihat, kalau ini harus ada tambahan PMN lagi," katanya.

Sebelumnya, ekonom UI Faisal Basri mengatakan, proyek LRT Jabodetabek sangat berpeluang macet di tengah jalan. Maksudnya bukan keretanya yang macet namun proyeknya. Alasannya, proyek LRT perlu dana besar yakni Rp 23,3 triliun, tak mungkin bisa dibiayai APBN.

Demikian pula PT KAI dan PT Adhi Karya, menurutnya, memiliki kemampuan keuangan yang terbatas. Bisa saja, KAI mencari dana pinjaman, maksimal hanya Rp 18 triliun.
Artinya masih kurang Rp 15,3 triliun. Untuk menutup kekurangan itu, bisa saja berasal dari Adhi Karya namun beresiko. Lantaran Adhi Karya harus menghentikan proyek lainnya. Karena dananya terserap untuk proyek LRT Jabodetabek.

Sementara rencana pemerintah menyuntik dana Adhi Karya, menurut Faisal, tidaklah mudah. Lantaran perlu persetujuan DPR. Menurut kalkulasi politiknya, DPR kemungkinan besar menolak.

Sementara, Deputi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Gatot Tri Hargo menjelaskan, agar proyek LRT ini tidak membebani keuangan PT KAI, pemerintah bakal menyuntik dana melalui PMN.

Untuk proyek LRT Jakarta, KAI diusulkan mendapat PMN sebesar Rp 5,6 triliun. PMN ini akan didorong masuk dalam APBN-Perubahan 2017, atau APBN 2018.

Dalam proyek LRT ini, PT Adhi Karya (Persero) tetap menjadi kontraktor dengan PMN yang telah dikucurkan pada 2015 sebesar Rp 1,4 triliun. Dengan begitu, total PMN untuk proyek ini mencapai Rp 9 triliun.

Dengan modal yang disuntik pemerintah sebesar Rp 9 triliun itu, kata Gatot, diharapkan bisa mendapatkan pinjaman sebesar Rp 18 triliun. Dengan cara ini, diyakini proyek bisa jalan seuai target yakni rampung pada Juni 2019. Dan, lebih penting lagi, APBN tak terganggu. [ipe]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.

x