Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 28 Juni 2017 | 23:01 WIB

Inilah Catatan Hitam Menko Luhut Soal Batam

Oleh : - | Sabtu, 11 Maret 2017 | 15:16 WIB
Inilah Catatan Hitam Menko Luhut Soal Batam
Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Batam - Saat meninjau industri di Batam, Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan kaget bukan main. Lantaran, bea labuh jangkar kapal tidak masuk ke kas pemerintah daerah. Padahal, nilainya cukup besar.

"Saya tadi lihat dari helikopter. Pak Gubernur bilang itu tidak jelas siapa yang menerima uangnya. Inikan aneh, masak di depan mata tapi enggak tahu siapa bertanggungjawab," kata Luhut di VVIP Bandara Internasional Hang Nadim, Batam, Jumat (10/3/2017).

Hal itu diketahui Menko Luhut usai meninjau indusri di Batam, termasuk Pulau Tolop di Belakangpadang yang bersebelahan dengan Singapura.

Dengan reklamasi yang terus dilakukan Singapura, maka lahan untuk labuh jangkar kapal-kapal besar, menjadi berkurang. Alhasil, kondisi ini seharusnya menguntungkan Indonesia. "Seharusnya banyak pendapatan dari sektor itu ke pemerintah. Jadi harus ada solusi karena tidak mungkin, itu tidak bayar," kata Luhut.

Luhut mengatakan, Selasa atau Rabu pekan depan, permasalah tersebut dan hal-hal lain yang masih banyak kendala, bakal dibahas dalam sebuah rapat koordinasi di Jakarta.

"Permasalahan lain yang tadi saya liat dan disampaikan pengusaha akan dirapatkan juga di Jakarta. Kami ingin mencari solusi sehingga semua jelas siapa terima dan siapa bertanggungjawab," kata Luhut.

Selain itu, Menko Luhut bilang, Pulau Nipa yang posisinya berbatasan langsung dengan Singapura, bakal dipoles menjadi wilayah komersiil.

"Selama ini, masih banyak yang mengedepankan ego sektoral. Sehingga banyak yang tidak jelas. Kami ingin mencari solusinya agar mendapat manfaat dari potensi yang ada di Batam," kata dia.

Luhut mengatakan, Indonesia ini sangat luas dan ada berbagai masalah. Jadi satu persatu akan diselesaikan sehingga potensi yang ada bisa dimanfaatkan dengan maksimal.

"Jadi memang saya kesini untuk mendengarkan keluhan, dan mengidentifikasi masalah yang masih ada. Jadi spiritnya memang mencari solusinya," kata Luhut. [tar]

 
x