Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 24 Agustus 2017 | 13:39 WIB

Disambangi Bos Toyota di Istana, Jokowi Minta Ini

Oleh : - | Senin, 13 Maret 2017 | 13:30 WIB
Disambangi Bos Toyota di Istana, Jokowi Minta Ini
Presiden Joko WIdodo - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Terkait investasi sektor industri dari Jepang, Presiden Joko Widodo punya permintaan. Bahwa investasi negeri berjuluk Saudara Tua itu, jangan terbatas hanya Toyota Motor Corporation (TMC).

"Pak Jokowi minta agar investasi industri Jepang, bukan hanya Toyota. Tapi saat ini sudah semakin banyak yang melakukan di Indonesia," kata Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Warih Andang Tjahjono usai mendampingi Presiden TMC Aiko Toyoda bertemu Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (13/3/2017).

Warih mengatakan, Presiden Jokowi menjanjikan, seluruh kegiatan investasi di sektor industri, bisa berjalan dengan baik. Mendengar ini, Presiden TMC Aiko Toyoda semringah. Dirinya berjanji untuk terus melakukan mengembangan bisnisnya di Indonesia.

Menurut Warih, kunjungan Presiden TMC ke Presiden Jokowi, merupakan balasan setelah Presiden Jokowi mengunjungi Toyota di Jepang pada 2015. "Jadi ini adalah laporan kepada Pak Presiden mengenai komitmen Toyota Motor Corporation di Indonesia," ucapnya.

TMC, kata Warih, terus menerus berkomitmen memberikan kontribusi yang nyata bagi Indonesia. "Dalam hal ini kita sampaikan beberapa hal mengenai investasi, mengenai ekspor dan peningkatan pengembangan SDM," tuturnya.

Mengenai ekspor produksi Toyota di Indonesia ke Australia, ia mengatakan itu menjadi salah salah satu tantangan dan peluang agar dapat bersaing di pasar global.

"Kita akan terus bekerja sama dengan pemerintah dan seluruh 'stakeholder' (pemangku kepentingan) agar produk-produk kita ini pertama harus 'match' dengan 'customer requirement'-nya Australia," ujarnya.

Ia menyebutkan investasi TMC terutama di 2015 dan 2016 itu di antaranya dalam pembangunan pabrik baru dan pengenalan model baru.

Sementara itu mengenai pengembangan infrastruktur di Indonesia, Warih mengatakan hal itu penting dilakukan di Indonesia. "Itu akan secara langsung meningkatkan daya saing produk, kalau daya saing kita semakin bagus, pasti penerimaan negara pengimpor makin baik," kata Warih. [tar]

 
x