Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 19 Agustus 2017 | 08:51 WIB

Raja Jawa Buka Pameran Mebel dan Kerajinan

Oleh : - | Senin, 13 Maret 2017 | 18:50 WIB
Raja Jawa Buka Pameran Mebel dan Kerajinan
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan HB X - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Yogyakarta - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Sri Sultan HB X membuka Jogja International Furniture and Craft Fair Indonesia (JIFFINA) 2017 di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, Senin (13/3/2017).

Dalam pameran mebel dan furnitur JIFFINA se-Jawa-Bali, Sri Sultan berharap, momentum ini mampu mendukung pencapaian target ekspor nasional sebesar US$5 miliar pada 2020.

"Meski tidak sebesar Indonesia International Furniture Expo (IFEX) 2017 yang didukung penuh pemerintah, JIFFINA yang digelar secara swadaya ini bisa mendukung capaian target ekspor nasional," kata Raja Jawa ini.

Sri Sultan meyakini, pameran yang diikuti ratusan pengusaha mebel dan kerajinan se-Jawa-Bali, mampu meningkatkan daya saing UMKM lokal. Serta ikut mendorong tumbuhnya industri padat karya yang akhirnya memperluas lapangan kerja.

Sri Sultan bilang, jika pada gelaran JIFFINA 2016, para anggota bergerak mencari alternatif bahan baku yang ramah lingkungan. Pada JIFFINA 2017, diharapkan produknya sudah harus memprioritaskan penggunaan sumber daya lokal agar usaha lokal bisa lebih ekspansif di pasar internasional.

Sultan berharap tema Indonesia Original Product & Craft Resources yang diusung JIFFINA 2017, betul-betul dapat direalisasikan dan ditindaklanjuti oleh para pengusaha mebel dan kerajinan.

"Hendaknya bukan hanya jargon belaka, namun harus diikuti tindaklanjut pengembangan industri mebel dan kerajinan yang berbasis ragam etnik nusantara," katanya.

Sementara itu, Ketua Forum JIFFINA Jawa-Bali, Timbul Raharjo mengatakan gelaran JIFFINA telah dirancang berstandar Internasional baik tampilan stand, penanganan buyer, exhibitors, artistic, maupun promosinya.

Menurut Timbul, pada pameran ini, terjadi peningkatan jumlah peserta dibandingkan JIFFINA 2016. Dari 95 peserta menjadi 187 peserta. Selain itu, panitia mengundang 20.000 buyer mancanegara. "Semoga pameran ini menjadi destinasi baru sebuah pameran yang mendekatkan buyers dengan UMKM," kata dia.

Menurut dia, penyelenggaraan JIFFINA 2017 pada Maret bertepatan dengan penyelenggaraan pameran-pameran Asia yang sedang berlangsung. Momen itu sangat penting dimanfaatkan karena para buyers Eropa, Amerika, Australia, dan negara lainnya sedang melakukan kunjungan bisnis termasuk ke Asia Tenggara. "Mengingat JIFFINA memiliki potensi besar di mana lokasi Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur merupakan pusat UMKM mebel dan kerajinan di Indonesia," kata Timbul. [tar]

 
x