Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 Oktober 2017 | 14:40 WIB

Pansel OJK Klaim Hasilkan 21 Orang Bersih

Oleh : - | Selasa, 14 Maret 2017 | 02:09 WIB
Pansel OJK Klaim Hasilkan 21 Orang Bersih
Ketua Pansel OJK sekaligus Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. - (Foto: inilahcom/Agus Priatna)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Terkait 21 nama yang dipilih Panitia Seleksi Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (Pansel OJK), diklaim berlandaskan informasi masyarakat dan institusi terkait rekam jejak. Yang tak lolos bermasalah?

"Masukan yang berasal dari institusi-institusi, luar biasa detail dan membantu," kata Ketua Pansel OJK sekaligus Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam jumpa pers di Jakarta, Senin (13/3/2017).

Mulyani menjelaskan, informasi, masukan yang diterima dari Polri, Kejaksaan, KPK, PPATK, Direktorat Jenderal Pajak dan institusi lainnya memberikan bantuan dalam menilai integritas maupun profesionalisme para peserta seleksi.

"Ada calon yang didrop karena KPK tidak merekomendasikan. Ada nama yang menurut PPATK mempunyai rekening mencurigakan. Ada yang memiliki masalah putusan incracht di pengadilan. Dan ada yang tidak lulus fit and proper di BI dan OJK," ungkapnya.

Mulyani menambahkan, prosedur rekam jejak menghabiskan proses paling lama dalam empat tahapan seleksi di tingkat Pansel, karena hal ini terkait dengan pengukuran kinerja para calon di tempat terdahulu terutama pengalaman dalam menghadapi tekanan.

"Untuk masalah integritas ini, kita sangat mengalokasikan banyak waktu rekam jejak, meski dulu belum menjabat pada posisi sekarang. Catatan yang diberikan luar biasa membantu Pansel dalam menentukan seleksi," kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini.

Anggota Pansel OJK, Tony Prasetiantono menambahkan, secara teknis banyak calon yang mengikuti proses seleksi, memiliki kapasitas dan berkemampuan baik, untuk mengawal industri jasa keuangan.

Namun, dalam tahap rekam jejak, calon tersebut menghadapi faktor non teknis. Hal itu terkait dengan integritas dan profesionalisme. Sehingga yang bersangkutan dianggap belum memadai untuk mengemban tugas sebagai DK-OJK.

"Ketika diproses dengan aspek non teknis, muncul nama yang perlu dicoret. Itu yang paling sulit dalam proses pencarian ini. Kami yakin, itu menimbulkan kontroversi. Karena nama itu punya nama baik, tapi kami harus pertimbangkan aspek integritas," katanya.

Tony mengakui, Pansel OJK sempat kesulitan dalam memilih 21 nama yang wajib diserahkan ke Presiden Joko Widodo. Alasannya, para calon tersebut memiliki kapasitas yang setara, memiliki kepemimpinan serta mampu bekerja dalam tim sesuai kriteria anggota DK-OJK yang dibutuhkan.

Sebelumnya, Pansel telah mengumumkan 21 calon anggota yang terdiri dari masing-masing tiga calon untuk tujuh jabatan anggota DK-OJK, setelah mencoret sembilan nama yang tidak lulus dalam tahap wawancara.

Sembilan nama yang dicoret adalah Mulya Effendi, Rahmat Waluyanto, Dyah Nastiti K Makhijani, Mas Achmad Daniri, Mohammad Fauzi Maulana Ichsan, Lucky Fathul Aziz Hadibrata, Widyo Gunadi, Samsul Hidayat dan Darminto.

Pansel meyakini, ke-21 peserta yang lulus merupakan figur-figur yang memiliki komitmen tinggi terhadap integritas sesuai dengan rekam jejak serta memiliki kompetensi dan kepemimpinan untuk mengawal OJK dalam periode lima tahun ke depan.

Ya, boleh saja Pansel OJK punya keyakinan seperti itu. Namun publik masih meragukan kredibilitas serta integritas ke-21 nama yang disodorkan Pansel OJK kepada presiden.

Semisal, tiga calon Ketua Komisioner OJK yang memiliki kedekatan dengan bank-bank kakap. Lantaran ada yang mantan pejabat dan masih menjadi pejabat di bank. Ini bisa jadi ancaman bagi independensi OJK di masa depan.

Peserta yang lulus ini terdiri dari lima calon berasal dari Bank Indonesia (BI), lima calon dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), lima calon dari industri, tiga calon dari Kementerian Keuangan, dua calon dari akademisi dan satu calon dari pemerintahan non Kementerian Keuangan. Berikut 21 nama yang saat ini sedang ditimang-timang Presiden Jokowi.

1. Calon Ketua merangkap Anggota:
Sigit Pramono, Wimboh Santoso, dan Zulkifli Zaini

2. Calon Wakil Ketua sebagai Ketua Komite Etik merangkap Anggota:
Riswinandi, Agus Santoso, dan Etty Retno Wulandari

3. Calon Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan merangkap Anggota:
Heru Kristiyana, Agusman, dan Dwityapoetra Soeyasa Besar

4. Calon Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal merangkap Anggota:
Nurhaida, Arif Baharudin, dan Freddy R Saragih

5. Calon Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Dana Pensiun, Lembaga Pembiayaan dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya merangkap Anggota:
Edy Setiadi, Hoesen, dan Adi Budiarso

6. Calon Ketua Dewan Audit merangkap Anggota:
Haryono Umar, Ahmad Hidayat, dan Maliki Heru Santosa

7. Calon Anggota bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, merangkap Anggota:
Tirta Segara, Firmanzah, dan Yohanes Santoso Wibowo [tar]

Komentar

 
x