Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 19 Agustus 2017 | 08:41 WIB

Sengkarut Freeport, Stafsus Jokowi Turun Gunung

Oleh : - | Selasa, 14 Maret 2017 | 05:39 WIB
Sengkarut Freeport, Stafsus Jokowi Turun Gunung
Staf Khusus Presiden Joko Widodo, Lenis Kogoya - (Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Staf Khusus Presiden Joko Widodo, Lenis Kogoya menyatakan, persoalan PT Freeport Indonesia (PTFI/Freeport) murni bisnis. Sehingga, tidak bisa dicampuradukkan dengan politik.

"Jadi kita bicara Papua ini, harus hati-hati. Tidak boleh ada provokasi, masalah karyawan, masalah politiklah. Ini murni bisnis. Tidak boleh dicampur aduk dengan politik dan lainnya," kata Lenis di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (13/3/2017).

Lenis menyebutkan, pemerintah sudah berniat untuk menyelesaikan masalah ini. Dalam hal ini, dirinya sudah mencoba untuk berkomunikasi dengan Freeport. "Dalam waktu dekat akan ada tim yang melibatkan masyarakat Papua, pemerintah, dan pihak lainnya untuk selesaikan ini. Kita bersama-sama akan selesaikan masalah di sana," katanya.

Ia menyebutkan, solusi jangka pendek yang bisa dicapai adalah menormalkan kondisi. Sementara jangka panjangnya akan diselesaikan secara bertahap. Menyangkut masalah seperti hak ulayat, kompensasi dan perbaikan lingkungan.

Lenis bilang, kehadiran Freeport di Papua memberi keuntungan dan juga kerugian. Selama 50 tahun, perusahaan itu memberi keuntungan kepada masyarakat Papua.

"Tetapi ada beberapa keuntungan misalnya sejumlah putra daerah disekolahkan dengan pemberian bea siswa kemudian ada rumah sakit," kata Lenis yang juga merupakan Ketua Lembaga Masyarakat Adat Provinsi Papua.

Sementara kerugiannya adalah Freeport tidak memperhatikan kelestarian lingkungan, tidak ada kompensasi, tidak diperhatikan hak ulayat masyarakat. "Malam ini saya akan berangkat ke Timika untuk menyerap masukan dari berbagai suku di sana dalam penyelesaian masalah Freeport," katanya.[tar]

 
x