Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 19 Agustus 2017 | 08:43 WIB

Revisi Perpres LRT Jabodebek Tinggal Sejengkal

Oleh : - | Selasa, 14 Maret 2017 | 08:09 WIB
Revisi Perpres LRT Jabodebek Tinggal Sejengkal
Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan bilang, revisi Peraturan Presiden (Perpres) tentang skema pembiayaan kereta api ringan (light rail transit/LRT) Jabodebek, sebentar lagi rampung.

Menurut Luhut, Perpres Nomor 65 Tahun 2016 tentang Percepatan Penyelenggara Kereta Api Ringan/Light Rail Transit Terintegrasi di wilayah Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi itu sudah masuk tahap final. "Mestinya sih sudah selesai, karena semua angka-angkanya sudah jadi," ucap Luhut di Kantornya, Jakarta, Senin (13/3/2017).

Sementara, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan, draf perubahan Perpres sudah ada di Sekretariat Negara.

Dirinya mengaku, segera setelah revisi Perpres keluar, Kementerian Keuangan akan menerbitkan Keputusan Menteri Keuangan (KMK) guna memberikan jaminan dalam pengerjaan proyek transportasi massal itu. "Mestinya iya, setelah Perpres (keluar KMK)," ujarnya.

PT Adhi Karya (Persero) tetap akan menjadi kontraktor proyek LRT Jabodebek, sedangkan PT KAI (Persero) menjadi investor dan operator terkait dengan penyediaan dana untuk pembangunan prasarana maupun penyediaan sarana untuk pengoperasiannya.

KAI akan mendapat suntikan dana pemerintah melalui penyertaan modal negara (PMN) dan public service obligation (PSO). Suntikan PMN diharapkan dapat memperkuat modal KAI untuk bisa mendapatkan pinjaman perbankan BUMN sebagai investasi untuk membiayai proyek tersebut.

Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Keuangan akan memberikan modal lewat skema penyertaan modal negara (PMN) sebesar Rp5,6 triliun.

Proyek senilai Rp23,3 triliun itu, tidak murni dibiayai APBN, seperti tercantum dalam Perpres Nomor 65 Tahun 2016. Namun mengandalkan PMN, dana hasil obligasi dan kredit perbankan. [tar]

 
x