Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 24 Oktober 2017 | 14:34 WIB

Hingga 2018, Jokowi Pasang Target Ekonomi Tinggi

Oleh : - | Rabu, 15 Maret 2017 | 19:08 WIB
Hingga 2018, Jokowi Pasang Target Ekonomi Tinggi
Presiden Joko Widodo - (Foto: inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Tahun depan, Presiden Joko Widodo punya ancang-ancang besar. Bahwa pertumbuhan ekonomi bisa 5,4% hingga 6,1%. Agar terwujud, tim ekonomi tak boleh ongkang-ongkang kaki

Terkait sasaran ekonomi di 2018, disampaikan Presiden Joko Widodo dalam pengantar Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Rabu (15/3/2017). Sidang ini membahas kapasitas fiskal (resource envelopes) dan pagu indikatif RAPBN 2018, serta upaya mengerek Peringkat Kemudahan Berbisnis atau Ease of Doing Business (EODB) di 2018.

"Saya ingin menekankan beberapa hal. Pertama, RAPBN 2018 disusun dengan semangat optimisme. Tapi harus realistis dan kredibel, sejalan dengan perekonomian dunia. Kita juga harus berani meningkatkan target pertumbuhan ekonomi menjadi 5,4-6,1 persen," kata Jokowi.

Untuk itu, kata mantan Wali Kota Solo dan Gubernur DKI ini, seluruh kementerian dan lembaga, harus bekerja keras. Dan, melakukan langkah konkret guna mewujudkan target tersebut.

Presiden meminta jajarannya agar tidak bekerja monoton, linier, buang filosofi business as usual. "Saya kira ini harus ditekankan kepada yang ada di bawah kita agar betul-betul langkah konkret itu ada," kata Jokowi.

Jokowi juga menekankan pentingnya meningkatkan rasio perpajakan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) menjadi 11%. Selain itu, penajaman program prioritas harus mengarah kepada produktivitas serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi.

"Dan untuk investasi karena kapasitas fiskal yang terbatas sehingga investasi tidak bisa tergantung pada pemerintah," katanya.

Oleh karena itu, lanjut presiden, sumber-sumber investasi sebagian besar harus berasal dari swasta dan BUMN. Porsinya diharapkan bisa 70-80%. "Capital Expenditure BUMN harus ditingkatkan sehingga ini akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi kita," papar Jokowi.

Jokowi menegaskan, jika ada swasta yang ingin masuk dalam proyek investasi, sebaiknya diserahkan saja. "Biar jangan APBN yang masuk, jangan BUMN masuk. Biar swasta saja," katanya.[tar]

Komentar

 
Embed Widget

x