Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 25 Juni 2017 | 03:33 WIB

Kasus Kapal MV Caledonian Sky

Hari Ini, Menko Luhut Panggil Dubes Inggris

Oleh : - | Kamis, 16 Maret 2017 | 05:39 WIB
Hari Ini, Menko Luhut Panggil Dubes Inggris
(Foto: Ilustrasi)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan bakal bertemu Duta Besar Inggris untuk Indonesia, hari ini (Kamis, 16/3/2017). Terkait kapal pesiar MV Caledonian Sky rusakkan terumbu karang di Raja Ampat, Papua.

Kata Menko Luhut, kapal pesiar MV Caledonian Sky yang kandas dan meluluhlantakkan terumbu karang di Raja Ampat, papua adalah milik perusahaan Inggris. "Besok (hari ini), Dubesnya saya panggil," kata Luhut di kantornya, Jakarta, Rabu (15/3/2017).

Mantan Menko Polhukam itu menuturkan, ada aturan di Inggris yang menyatakan bahwa di mana pelaut, atau kapten kapal yang melakukan pelanggaran hingga terjadi kerusakan di laut, akan dikenai sanksi administrasi yang ketat.

Luhut mengatakan, pemerintah akan mengirimkan tim dari Kemenko Kemaritiman untuk melakukan kajian atas kerusakan yang disebabkan oleh kapal yang saat kandas berbendera Bahama itu.

Pemerintah Indonesia telah membentuk sebuah tim bersama yang terdiri atas sejumlah lembaga seperti Kemenkomaritim, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pariwisata, Kementerian Hukum dan HAM, Kejaksaan Agung dan Kepolisian RI serta pemerintah daerah setempat. "Kami kirim tim ke sana, tapi kementerian lain yang terkait juga sudah. Kita pengen tahu," katanya.

Luhut menuturkan, pihaknya akan melakukan investigasi bagaimana kapal pesiar berbobot 4.200 GT dan panjang 90 meter bisa sampai masuk ke kawasan tersebut.

Terlebih kapal tersebut telah merusak jantung Raja Ampat dan menyebabkan koral-koral eksotis rusak. "Dan katanya itu kapal sudah beberapa kali masuk ke situ bawa turis. Mestinya kan tidak boleh, itu katanya juga. Ini yang mesti kita investigasi lagi, karena lagi surut kok dia masuk situ," jelasnya.

Pihaknya juga akan mengevaluasi peraturan atau regulasi yang ada di daerah dan nasional yang mungkin jadi penyebab insiden tersebut. "Ini juga jadi pengalaman. Kita sekarang pengen menyeluruh di daerah-daerah itu kita lakukan investigasi supaya tidak terulang seperti itu lagi," katanya.

Deputi I Bidang Kedaulatan Maritim Kemenko Kemaritiman Arif Havas Oegroseno mengatakan pihaknya juga akan menggaet Kementerian Luar Negeri dalam penanganan rusaknya ekosistem terumbu karang di Raja Ampat.

Meski MV Caledonian Sky adalah kapal pesiar milik perusahaan Inggris Raya, namun sesuai hukum internasional, negara yang benderanya dikibarkan di kapal yang melakukan pelanggaran akan juga dilibatkan.

"Ini kan kapalnya berbendera Bahama. Dalam hukum internasional itu yang bertanggung jawab adalah benderanya. Contohnya saja, kapal yang ditenggelamkan kan disebut kapal berbendera apa, perusahaannya tidak harus dari situ," katanya.

Menurut Havas, pihaknya telah berkomunikasi dengan Kementerian Luar Negeri untuk melakukan segala upaya penyelesaian, termasuk mendorong negara itu untuk membantu.

Hal itu dilakukan lantaran Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan negara persemakmuran Inggris yang terletak di kawasan Karibia itu. "Tadi pagi saya ketemu dengan teman-teman Kemlu karena kita tidak ada perwakilan Bahama di sini. Kita juga tidak punya kedutaan di Bahama," katanya.

Lebih lanjut, lantaran masalah ini menyangkut keselamatan navigasi, maka pemerintah akan juga menggandeng Organisasi Maritim Internasional (IMO). [tar]

 
x