Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Kamis, 24 Agustus 2017 | 13:33 WIB

Dirut RNI Didik Prasetyo

Ada Apa RNI Kepincut Bangun Pembangkit Listrik?

Oleh : Uji sukma medianti | Kamis, 16 Maret 2017 | 08:09 WIB
Ada Apa RNI Kepincut Bangun Pembangkit Listrik?
(Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Sebagai perusahaan pelat merah yang bergerak di bidang agro industri, farmasi, perdagangan dan distribusi, PT Rajawali Nusantara Indonesia, termasuk pemain baru di bidang pembangkit listrik.

Sebelumnya, RNI, telah mencoba peruntungan di bisnis properti. Di bawah tangan Didik Prasetyo, yang baru menjabat Direktur Utama RNI pada Juni 2015, laba perseroan melompat hingga 258%. Naik dari Rp 69 miliar di 2015, menjadi Rp 247 miliar pada 2016.

Mungkin sedikit yang tahu, Didik bukanlah orang baru di lingkungan Kementerian BUMN. Sebelumnya, Didik menjabat sebagai Asdep Usaha Energi, Pertambangan, Percetakan dan Pariwisata Kementerian BUMN.

Lalu, bagaimana cerita RNI bisa tertarik membangun pembangkit listrik? Berikut petikan wawancaranya dengan INILAHCOM.

Mengapa RNI bisa tertarik untuk membangun pembangkit listrik?

Di sana, Solok Selatan, Sumatera Barat, listrik yang dipakai untuk menghidupkan mesin pabrik teh milik RNI sering byar-pet (listrik padam). Dan, kurang, sehingga kalau terus byar-pet, maka produksi kita terganggu.

Bisa diceritakan, sebelumnya bagaimana?
Sebelumnya, pernah dicoba pakai genset, namun biayanya mahal. Ketika harga tinggi, maka harga pokok kita enggak masuk.

Lalu bagaimana dengan PLTA berkapasitas 15,6 MW? Apakah semuanya untuk pabrik teh RNI?
Ya, tentunya tidak. Karena berlebih nanti. Kita akan gunakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di sekitar.

Sebenarnya, ide dari mana kok sampai RNI tertarik membangun PLTA?
Karena kita punya areal, atau alam yang berpotensi untuk menghasilkan listrik. Kita punya air terjun. Kedua adalah karena kebutuhan kita untuk menaikkan harga pokok. Supaya teh kita bisa bersaing di luar.

Lalu bagaimana ceritanya PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) meminta RNI merubah PTLMH menjadi PLTA?
Terus terang, kalau untuk PLTMH di sana sudah ada. Karena memang sudah ada listrik dari PLTMH-nya. Kemudian, kita diminta PLN untuk bangun PLTA, supaya bisa ke semua. Sumbar. Kita juga perlu membangun transmisi dan gardu induk, supaya listriknya bisa untuk semua.

Ngomong-ngomong, target pembangunannya bisa rampung kapan?
Kalau tahun ini bisa selesai PPA (perjanjian jual beli listrik), paling tidak akhir tahun sudah groundbreaking. Setelah itu, 18 bulan ke depan, atu sekitar 2019 bisa comissioning.

Apakah ada rencana RNI membangun pembangkit listrik di daerah lain?
Memang ada arah ke sana. Tapi, targetnya bukan tahun ini. Mungkin 2018 atau 2019, setelah penataan pabrik gula selesai.

 
Embed Widget

x