Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 19 Agustus 2017 | 08:49 WIB

Presiden Ingin Ekonomi Tinggi, Menkeu Minta Syarat

Oleh : - | Kamis, 16 Maret 2017 | 10:00 WIB
Presiden Ingin Ekonomi Tinggi, Menkeu Minta Syarat
Presiden Joko Widodo Bersama Menkeu Sri Mulyani - (Foto: Istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Terkait keinginan Presiden Joko Widodo untuk mengerek pertumbuhan 5,4-6,1% pada 2018, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mensyaratkan investasi naik minimal 8%.

"Presiden menekankan skenario apapun, semuanya membutuhkan investasi yang lebih besar. Jadi growth (pertumbuhan ekonomi) dari investasi harus di atas 8 persen year per year," kata Menkeu Mulyani di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (15/3/2017).

Mulyani mengatakan, pertumbuhan investasi saat ini, berada di kisaran 6%. Jadi, masih ada selisih minimal 2%. Agar investasi bisa 8%, tidak bisa mengandalkan program-program yang dibiayai APBN. Karena bisa membuat defisit melebar.

Namun, kata Mulyani, perlu membuka pintu seluasnya kepada sektor swasta. "Termasuk kontribusi dari kredit perbankan, capital market, dari sisi BMN capexnya dan PMA, PMDN," kata mantan direktur pelaksana World Bank ini.

Terkait inflasi, tetap dengan asumsi sekitar 4,5% plus minus 1%. Nilai tukar rupiah sebesar Rp13.300-13.000, atau maksimal Rp13.900 per dolar AS.

Sementara pertumbuhan ekonomi 2018 ditargetkan berkisar 5,2-6,1 persen yang nantinya akan disesuaikan, bergantung perkembangan ekonomi yang terjadi sepanjang semester 1 2017.

Masih kata Mulyani, sisi defisit APBN, diberi pembatasan di kisaran 2%- 2,2%. Sehingga masih terkendali dengan baik. "Bahkan pemerintah dalam hal ini tidak hanya memperhatikan defisit total tapi juga saya sampaikan, primary balancenya juga diharapkan bisa lebih turun ke 0,5. Jadi ini adalah sesuatu yang harus kita kombinasikan antara penerimaan negara harus tumbuh, tax ratio harus tumbuh jadi 11 persen, dan belanjanya harus semakin terfokus pada hal-hal produktif," katanya.

 
x