Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 27 Juni 2017 | 15:49 WIB

Kamoro Bela Freeport, Undang Jonan&Luhut ke Papua

Oleh : - | Kamis, 16 Maret 2017 | 18:19 WIB
Kamoro Bela Freeport, Undang Jonan&Luhut ke Papua
(Foto: istimewa)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Lembaga Musyawarah Adat Suku Kamoro (Lemasko) mendukung beroperasinya kembali PT Freeport Indonesia (PTFI/Freeport) di tanah Papua. Alasannya sederhana saja, Freeport banyak manfaat.

Tak sedang bercanda, Wakil Ketua I Lemasko Gerry Okoare mendukung beroperasinya Freeport. Pernyataan ini membantah informasi terkait pertemuan perwakilan Lemasko di Kementerian ESDM, beberapa waktu lalu. Di mana, lembaga adat ini dikabarkan ingin Freeport ditutup. "Kami atas nama Lemasko, mewakili masyarakat Suku Kamoro dari Nakai sampai ke Waripi berkomitmen mendukung Freeport untuk beroperasi kembali," ujar kepada wartawan di Jakarta, Kamis (16/3/2017).

Suka atau tidak, Gerry bilang, Freeport telah memberikan dampak positif terhadap pembangunan di Mimika melalui program pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

Semua pihak yang berkepntingan, lanjut Gerry, jangan mudah menyalahkan Freeport. Semestinya bersyukur karena Freeport memberikan banyak manfaat kepada masyarakat Papua, khususnya Suku Amungme dan Kamoro, serta lima suku kekerabatan lainnya.

"Kalau ada yang menyangkal, maka itu bohong dan Tuhan akan marah. Pihak-pihak sepatutnya jangan memanfaatkan momentum kekisruhan Freeport ini untuk kepentingan pribadi," tegas Gerry.

Gerry pun berharap Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Menko Kemaritiman Luhut Panjaitan, berkesempatan untuk datang ke Mimika, Papua. Agar kedua pejabat negara itu mengetahui persis bukan berdasarkan laporan orang lain, apalagi asumsi.

Gerry mengatakan, pembicaraan persoalan Freeport harus dilakukan bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat adat di Mimika sebagai pemilik hak ulayat. Diakui, polemik kedua belah pihak itu telah berdampak negatif pada masyarakat kecil Mimika yang bergantung pada keberadaan Freeport.

"Mari bersama-sama melihat kepentingan masyarakat di sini terhadap permasalahan Freeport ini, sehingga masyarakat di daerah ini tidak terkena masalah di kemudian hari," katanya.

Menurut data kajian Lembaga Pengembangan Ekonomi Masyarakat (LPEM) UI pada 2013, kehadiran Freeport berkontribusi 91% terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) Mimika, 38% kepada PDRB Papua, 1,7% dari total APBN, 0,8% dari seluruh pendapatan rumah tangga nasional, dan 44% dari pemasukan rumah tangga di Provinsi Papua.

Selama 1992-2016, Freeport telah menginvestasikan US$1,46 miliar untuk pembangunan infrastruktur dan masyarakat Mimika. Pembangunan kota, bandara, jalan, jembatan, gedung pemerintahan, rumah sakit, fasilitas air bersih, lapangan terbang perintis, fasilitas air bersih, serta stadion olahraga, dapat dilihat jika berkunjung ke Mimika. [tar]

 
x