Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 19 Agustus 2017 | 08:42 WIB

Kena Fitnah e-KTP, Bos Komisi XI Siap Lapor Polisi

Oleh : - | Jumat, 17 Maret 2017 | 06:00 WIB
Kena Fitnah e-KTP, Bos Komisi XI Siap Lapor Polisi
Ketua Komisi XI asal Golkar Melchias Markus Mekeng - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Ketua Komisi XI asal Golkar Melchias Markus Mekeng berencana mempolisikan dua terdakwa kasus e-KTP, yakni M Nazaruddin dan Andi Agustinus alias Narogong. Lantaran difitnah terima duit panas.

Rencananya, Melchi, sapaan akrab Melchias Markus Mekeng, bakal mengadukan keduanya ke Bareskrim Mabes Polri pada Senin depan (20/3). "Ya, kemungkinan senin kita lapor ke Bareskrim. Sementara Nazaruddin dan Andi Narogong," paparnya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (16/3/2017).

Melchi mengaku sangat terganggu dengan munculnya informasi bahwa dirinya menerima aliran dana korupsi e-KTP sebesar US$ 1,4 juta. Disebutkan, dana haram itu diterima Melchi saat menjadi ketua badan anggaran (Banggar) DPR. "Jelas saya ini difitnah. Ini sangat menyakitkan saya, istri, anak-anak, orang tua dan keluarga besar. Termasuk konstituen saya di NTT. Saya akan pertaruhkan sekuat tenaga. Demi memperjuangkan kebenaran yang saya yakini," tegasnya.

Melchi mengaku tidak pernah mengenal atau bertemu dengan Andi Agustinus atau Andi Narogong. Selama menjadi anggota DPR periode 2009-2014, Melchi masuk Komisi XI yang lingkup kerjanya soal keuangan, penerimaan negara dan perbankan, bukan membahas e-KTP.

Saat menjabat Ketua Banggar DPR pada Juli 2010 hingga mengundurkan diri pada 12 Agustus 2012, dirinya bilang, tidak pernah membahas mega proyek e-KTP senilai Rp 5,3 triliun.

"Dan, Banggar DPR tidak bisa memengaruhi proyek yang sudah diputuskan antara pemerintah dengan komisi terkait. Ketika sudah disetujui pemerintah (kemendagri) dengan Komisi II DPR, Banggar tidak bisa otak-atik. Itu diatur dalam UU MD3 dan Tatib DPR," paparnya.

"Saya menduga ada koruptor yang sudah terindikasi ada 6 orang dalam dakwaan, ingin mengambil uang sebanyak-banyaknya dari rekening penampungan hasil korupsi mereka dengan cara menjual nama saya sehingga ada justifikasi terhadap pengeluaran tersebut," ucap Melchi. [tar]

 
x