Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 25 Juni 2017 | 03:34 WIB

Elia Jadi Bos Pertamina di Mata Pengamat

Oleh : Uji sukma medianti | Sabtu, 18 Maret 2017 | 08:08 WIB
Elia Jadi Bos Pertamina di Mata Pengamat
Elia Massa Manik sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) - (Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Joko Widodo akhirnya menunjuk Elia Massa Manik sebagai Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero), menggantikan Dwi Soetjipto. Apa kata pengamat?

Fahmi Radhi, Pengamat Energi asal UGM mengatakan, dibanding calon lain yang disodorkan kepada Presiden Joko Widodo, Elia adalah sosok yang paling memenuhi kriteria. Punya keunggulan dari sisi profesionalisme, berintegritas dan independen.

"Elia mengawali karier manajerial di PT Indofood Sukses Makmur. Berlanjut sebagai Chief Executive Officer PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia. Lalu diangkat menjadi Presiden Direktur di PT Elnusa, perusahaan afiliasi Pertamina. Saya kira ini pilihan terbaik," papar Fahmi kepada INILAHCOM, Jakarta, Jumat (17/3/2017).

Karier Elia mulai mencuat ketika menjadi Direktur Utama PT Elnusa Tbk, pada 2011-2014. Elia berhasil menyelamatkan Elnusa, dari posisi merugi sekitar Rp 42,775 miliar pada 2011. Hingga bisa meraih profit sebesar Rp 123,6 miliar pada 2012.

Laba tersebut terus meningkat hingga Rp 178,2 miliar pada semester pertama 2014, di akhir jabatan Elia. Kinerja cemerlang itu menjadi pertimbangan pemerintah untuk memasang Elia sebagai Dirut PTPN III (holding).

"Berdasarkan perjalanan kariernya yang cemerlang, tidak diragukan lagi bahwa Elia memenuhi kriteria professional, termasuk professional di bidang Migas. Pengalaman sebagai pimpinan puncak holding BUMN Perkebunan akan sangat bermafaat bagi Pertamina, pada saat Pertamina ditetapkan sebagai holding Migas," terang Fahmi.

Selama berkarir sebagai manajer profesional, menurut Fahmi, Elia tidak pernah sekalipun melakukan perbuatan tercela, atau pelanggaran hukum.

"Elia tidak pernah dipanggil bareskrim, kejaksaan agung atau KPK atas indikasi pelanggaran tindak pidana korupsi. Baik sebagai saksi, apalagi terdakwa. Dengan indikator itu, tidak berlebihan apabila dikatakan bahwa Elia memenuhi kriteria integritas. Yang menjadi syarat utama menjadi Dirut Pertamina," imbuhnya.

Selama menjabat Dirut Elnusa dan holding BUMN Perkebunan, kata Fahmi, Elia memang harus berhubungan dengan Menteri BUMN, Rini Soemarno. Namun, hubungan itu sifatnya profesional antara eksekutif (BUMN) dengan Menteri BUMN. Hubungan profesional itu berbeda dengan hubungan antara Menteri BUMN, baik dengan deputi, maupun staf khusus Menteri BUMN.

Dengan demikian, Elia termasuk memenuhi kriteria independen, sehingga pada saat menjabat Dirut Pertamina mestinya tidak dapat dikendalikan baik oleh menteri BUMN, maupun oleh kelompok kepentingan, termasuk mafia migas. [ipe]

 
x