Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 11 Desember 2017 | 22:10 WIB

Gerbang Tani Dukung Cor Kaki Tolak Semen Rembang

Oleh : - | Senin, 20 Maret 2017 | 04:29 WIB
Gerbang Tani Dukung Cor Kaki Tolak Semen Rembang
facebook twitter

INILAHCOM Jakarta - Ketua Umum DPN Gerbang Tani, Idham Arsyad mempertanyakan pemerintahan Joko Widodo yang meneruskan pembangunan Pabrik Semen Indonesia di Rembang, Jawa Tengah. Padahal merugikan petani dan lingkungan.

"Sudah bertahun-tahun, para petani di pegunungan Kendeng Utara berjuang untuk melawan pendirian pabrik semen di wilayah pegunungan Kendeng Utara. Langkah hukum sudah ditempuh hingga Mahkamah Agung yang pada Oktober 2016 memenangkan gugatan petani itu," papar Idham dalam rilis kepada media di Jakarta, akhir pekan ini.

Selanjutnya Idham mempertanyakan komitmen kerakyatan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang justru menerbitkan izin lingkungan pada Februari 2017.

Padahal, kesimpulan awal dari tim Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) menyatakan bahwa Kawasan Cakungan Air Tanah Watu Putih di Kendeng, merupakan kawasan karst yang harus dilindungi dari sudut pandang lingkungan hidup, serta tidak boleh ditambang.

Kata Idham, selain menempuh jalur hukum, para petani Kendeng sudah puluhan kali melakukan unjuk rasa mulai di desa hingga ibu kota provinsi yakni Semarang. Karena tak direspon, mereka bergerak ke ibu kota.

Sejak 13 Maret 2017, lanjutnya, puluhan petani pegunungan Kendeng Utara (Blora, Rembang, Pati, dan Grobogan) berada di Jakarta untuk menolak pabrik semen Rembang. "Mereka melakukan aksi dipasung semen (dicor) di seberang istana negara. Mereka ingin menuntut janji Presiden Jokowi untuk menghentikan segala aktivitas PT Semen Indonesia di Rembang. Dan memerintahkan Gubernur Ganjar untuk mematuhi keputusan MA," ungkapnya.

Aksi para petani ini, lanjut Idham, seharusnya dijadikan perhatian yang sungguh-sungguh bagi pemerintah pusat. "Kami yakin penolakan keras dari petani pegunungan Kendeng ini mempunyai alasan yang kuat<' ungkapnya.

Menurut Idham, penolakan para petani Kendeng ini, tentunya bertujuan positif. Demi menjaga kelestarian alam Jawa Tengah, demi menunjang Pulau Jawa yang memang sudah mengalami krisis ekologi. Sayangnya, pemerintah justru mendiamkan aspirasi dari kalangan petani.

"Kami dari Gerbang Tani, sepenuhnya mendukung dan berempati atas perjuangan saudara kami, petani dari Pegunungan Kendeng. Gerbang Tani menyadari, perjuangan mempertahankan kawasan karst, sumber air dan pertanian, tidak hanya kepentingan petani, namun seluruh pihak khususnya pemerintah," imbuhnya. [ipe]

Komentar

 
x