Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 27 Juni 2017 | 15:51 WIB

Ditolak Keras,Menperin Dukung Pabrik Semen Rembang

Oleh : Uji Sukma Medianti | Senin, 20 Maret 2017 | 08:09 WIB
Ditolak Keras,Menperin Dukung Pabrik Semen Rembang
Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Perindustrian mendukung pembangunan PT Semen Indonesia di Rembang, Jawa Tengah. Alasannya, sejalan komitmen pemerintah untuk menjaga iklim usaha dan kepastian investasi.

"Kepastian investasi pembangunan industri strategis seperti pabrik semen perlu dijaga keberlanjutannya karena membawa efek berganda bagi perekonomian daerah dan nasional, antara lain penyerapan tenaga kerja dan penumbuhan industri kecil berbasis semen yang bisa dikembangkan untuk masyarakat Rembang dan sekitarnya," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto di Jakarta, Minggu (19/3/2017).

Kemenperin mencatat, jumlah investasi di industri semen secara nasional mencapai Rp15 triliun, sepanjang 2016. Secara keseluruhan, kinerja industri semen, kaca dan keramik, cukup positif. Perrtumbuhannya bisa 5,46%, atau di atas pertumbuhan ekonomi 2016 sebesar 5,02%.

Selain itu, industri sektor tersebut mampu berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto/PDB sebesar Rp89,05 triliun, atau setara 0,72% PDB nasional. Khusus Pabrik Semen Rembang, nilai investasinya diprediksi sebesar Rp4,9 triliun, dan menyerap tenaga kerja 261 orang.

Selanjutnya, untuk mendukung unit lainnya, diperkirakan bisa menyerap tenaga kerja sebanyak 1.600 orang. Dari total peluang
kerja tersebut, masyarakat lokal dan sekitarnya akan dilibatkan.

Masih kata Airlangga, industri semen berperan sebagai penunjang utama dalam percepatan pelaksanaan proyek infrastruktur yang dicanangkan oleh pemerintah. Contohnya pembangunan infrastruktur logistik seperti jalan, pelabuhan, jembatan, dan bandara.

"Kami telah berkoordinasi dengan kementerian terkait seperti Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk meningkatkan penggunaan produk semen dalam negeri," tuturnya.

Sejauh ini, terdapat 16 perusahaan industri semen terintegrasi yang memiliki fasilitas penggilingan dan pengemasan, di mana 14 perusahaan bergabung dalam Asosiasi Semen Indonesia yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia. Selain itu, terdapat tiga produsen lain yang belum dilengkapi dengan fasilitas produksi klinker.

Kapasitas produksi semen secara nasional tahun 2016 sebesar 95,5 juta ton dan diperkirakan mencapai 102,1 juta ton tahun 2017. Pada 2016, kebutuhan domestik semen sebanyak 62 juta ton dan untuk ekspor sekitar 1,5 juta ton. "Kami terus dorong agar industri semen nasional memperluas pasar ekspor karena masih sangat potensial. Misalnya ke Australia dan beberapa negara Asia lainnya," jelas Airlangga.

Terkait kekhawatiran bahwa penambangan karst sebagai bahan baku Pabrik Semen Rembang bakal merusak lingkungan, buru-buru dibantah menteri yang juga kader Golkar ini. "Selama ini, produsen semen di Indonesia telah menerapkan prinsip industri hijau, di mana dalam proses produksinya melakukan upaya efisiensi dan efektivitas dalam penggunaan sumber daya secara berkelanjutan serta ramah lingkungan," paparnya.

Beberapa perusahaan terbukti mampu memenuhi standar industri industri hijau yang ditetapkan oleh Kemenperin. "Mereka yang berhasil meraih penghargaan industri hijau dari Kemenperin pada tahun 2016, antara lain Semen Indonesia Group (PT Semen Gresik, PT Semen Padang dan PT Semen Tonasa), PT Holcim Indonesia, PT Semen Baturaja (Persero), serta PT Indocement Tunggal Prakarsa.

Ya, boleh saja Menperin Airlangga bilang begitu. Kenyataannya, sejumlah petani asal Kendeng, Jawa Tengah, menolak pembangunan Pabrik Semen Rembang. Tak main-main, mereka nekat menyemen (cor) kaki dan rutin berdemo di depan Istana Presiden, Jakarta.

Aksi protes ini sudah dilakukan sejak Senin lalu (13/3). Kian hari, jumlah pendemo yang kakinya disemen atau dicor semakin banyak. Tiap hari ada kendaraan khusus yang membawa mereka ke depan Istana. Aksi ini didukung LBH Jakarta dan Komnas HAM dan Komnas Perempuan. Duh, mudah-mudahan segera ketemu solusinya.[ipe]

 
x