Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Senin, 26 Juni 2017 | 05:36 WIB

Perlu 750.000 Rumah Baru/Tahun, Tapi Izinnya Rumit

Oleh : - | Selasa, 21 Maret 2017 | 05:29 WIB
Perlu 750.000 Rumah Baru/Tahun, Tapi Izinnya Rumit
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono - (Foto: inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono bilang, kebutuhan rumah baru mencapai 750 ribu unit per tahun.

Kata Basuki, jika penduduk Indonesia berjumlah 250 juta, dengan asumsi satu rumah dihuni lima orang, maka dibutuhnya 50 juta rumah. Dengan pertambahan penduduk 1,5% per tahun, dibutuhkan rumah minilal 750 ribu unit per tahun.

Hal itu disampaikan Menteri Basuki usai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantornya, Jakarta, Senin (20/3/2017). "Sesuai arahan Wapres bahwa kebutuhan pokok masyarakat adalah sandang, pangan dan papan," papar Basuki.

Saat ini, lanjutnya, pemerintah terus berupaya untuk memenuhi kebutuhan papan masyarakat. Terutama kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. Solusinya dengan membangun rumah murah.

"Yang 50 juta rumah saja mungkin belum tercapai, kebutuhan tiap tahunnya pun ada. Untuk itu beliau memberikan arahan, apapun Apersi juga membangun saja karena pasti akan ada pasarnya. termasuk anggaran pemerintah, siapapun pemerintahnya pasti akan ada program-program pembangunan rumah, khususnya untuk MBR," tambah dia.

Sebelumnya, Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (Apersi) sudah bertemu Wapres Jusuf Kalla untuk melaporkan progress serta kendala dalam pembangunan rumah murah terutama. Kendala yang masih sering dihadapi ada perizinan, serta mahalnya lahan. "Memang apa yang sudah dilakukan oleh pemerintah pusat dengan paket ekonomi belum sepenuhnya dilakukan oleh pemerintah daerah," katanya.

Namun Wapres sudah mengirimkan surat perintah kepada Mendagri Tjahjo Kumolo agar mengeluarkan edaran kepada seluruh pemerintah daerah (pemda) untuk memudahkan perizinan.

Menteri Basuki melanjutnya, Wapres JK telah memberi arahan, harus ada inovasi dari pengusaha untuk bisa meyakinkan pemerintah daerah bahwa rumah yang dibangun untuk kebutuhan rakyat. [tar]

 
x