Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 22 Agustus 2017 | 23:53 WIB

Tata Ulang Pabrik Gula, Menteri Rini Jalan Sendiri

Oleh : Uji sukma medianti | Selasa, 21 Maret 2017 | 13:15 WIB
Tata Ulang Pabrik Gula, Menteri Rini Jalan Sendiri
(Foto: Inilahcom)
facebook twitter

INILAHCOM, Jakarta - Dewan Pemimpin Nasional Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), Sumitro Samadikun meminta Kementerian BUMN melibatkan asosiasi petani dalam tata ulang pabrik gula (PG).

Sumitro menilai, pemangkasan PG dari 45 menjadi 22 PG, merupakan terobosan yang positif. Hanya saja, biaya revitalisasi PG ini cukup mahal.

Ketimbang revitalisasi, lanjut Sumitro, Kementerian BUMN sebaiknya menambah tiga pabrik gula anyar di Pulau Jawa. Di mana, biayanya bisa lebih murah. "Kalau mau merevitalisasi pabrik gula, saya kira biayanya sudah (lebih besar). Nanti, jadi enggak fokus," ujar Sumitro kepada INILAHCOM di Jakarta, Selasa (21/3/2017).

Sumitro menganalogikan, layaknya membangun rumah. Tentu arsitek akan lebih senang membangun di lahan kosong, ketimbang harus merenovasi rumah yang sudah ada. "Ibaratnya kita bangun rumah dengan style lama kita dengan bangun rumah baru dengan style modern itu kan akan lebih bagus dan lebih mudah," ujarnya.

Dengan membangun tiga PG di Pulau Jawa, kata Sumitro, bisa lebih menjamin masa depan petani tebu. Dirinya berharap Kementerian BUMN bisa melibatkan asosiasi petani tebu dalam tata ulang PG. "Isu itu terlalu dini disampaikan. Kenapa enggak didiskusikan dulu dengan petani. Kalau caranya seperti itu, kan belum tentu mengadopsi kepentingan petani," tuturnya.

Sebelumnya, Deputi Bidang Agro dan Farmasi, Kementerian BUMN Wahyu Kuncoro menyampaikan rencana tata ulang di industri gula nasional. Dari 45 PG milik BUMN, bakal ditata ulang menjadi 19 PG, serta ada 3 PG baru di Pulau Jawa. [ipe]

 
x